Tampilkan postingan dengan label Hobby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobby. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 April 2012

Hari ter-KOPLAKK :D

Kemarin adalah hari terkoplak sepanjang tahun 2012. Banyak sekali hal-hal konyol yang terjadi. Dari pagi hari sampai malam, kejadian demi kejadian, hingga pagi ini tetap membekas di pikiran .
Okehh... (dengan suara khas Alen yang bernada berat)
Langsung saja dicicipi suguhan koplak dari saya... hehe

1. Motor yang terluka
Entah kenapa akhir-akhir ini aku jadi orang yang ignorant. Aku agak cuek dan tak peduli dengan lingkungan, termasuk barang-barang yang kupunya.
Barang-barang di kosan bisa jadi cerminan. Mereka berantakan!
Sepeda ontelku juga tak pernah terurus lagi. Mangkrak!
Motor, yang setiap hari aku tunggangi juga begitu. Perhatianku terhadapnya sekedarnya saja. Sebatas memperhatikan penampilan luar. Kalo udah keliatan bersih ya aku biarin. Kalo kotor aku lap. Udah.. Gitu aja.
Kalo ada apa-apa sama mesin de el el aku tak tahu menahu.
Kaya kemarin itu, rantai kendor pun aku tak sadar. Aku tetep pacu si Meggie seperti biasa. Manuver-manuver tajam juga tak lupa aku lakukan. Miring kanan.. Miring kiri.. Jumping depan.. Jumping belakang.. Semmuanya!!
Tapi ada yang aneh pas motor dipacu miring.. Ada suara "klotak-klotak" yang tak enak didengar.. Tapi aku biarkan saja. Aku cuek.
Naah, setelah dari BNI ITS aku hendak ke kampus PWK. Begitu mau belok di depan kantin pusat suara itu muncul kembali dengan intensitas yang luar biasa tinggi. Sekitar 100an desibel (suara apaan tuh??!).
Belum sempat aku tengok.. Ehh, malah macet duluan.
Begitu aku cek, ternyata... Oh My... RANTAI!!

Ketika aku sadari, semuanya sudah terlambat.
Nasi sudah menjadi bubur. Buburnya bubur ayam. Silahkan dimakan selagi masih hangat. (lohh?? =P)

Setelah itu, yang terjadi hanyalah kebingungan dan kebingungan. Dan sialnya lagi aku tak siap tool kit!
Alhamdulillah ada tukang parkir matematika yang baik hatinya mau nolong orang yang sedang merana ini... huhuu (lebay)
Selesai diberesin lossnya langsung aku larikan ke tempat servis terdekat.
Dan ini adalah penampakan kerusakan dan lecet-lecet si Meggie :'(

Uhh.. Si Meggie jadi lecet-lecet :(
Setelah dibengkelin, aku langsung sadar kalo persiapan tool kit itu penting. Jadi sehabis dari bengkel aku langsung nyari tool kit itu di toko perkakas depan swalayan Mawaddah, Keputih.
Okehh..
Setelah ini aku siap menghadapi kerusakan macam apapun! Yossh!!! :D

2. Munculnya Shaun The Sheep di Kampus PWK
Cerita lengkap akan disajikan nanti kalo udah rada nganggur. Sekarang upload penampakannya aja dulu.. hehe

Kosek the Sheep



3. Jobdesk terberat!!
Cerita menyusul...

4. Introspeksi diri
Sementara ini dulu lah.. hehe

Al: yas, lagi ngerjain apa?
D: itu, ngerjain sama bos gozali..
Af: kok mau sih disuruh gozali??
D: justru aku yang nyuruh gozali mas..
Af: naah, kamu kok mau sih disuruh2 cewe go??
G: (nyengir)
Af: (diam bentar) (liat kiki) lohh, aku kok mau juga ya disuruh cewe??? (banting mouse)



*Not completed yet Share

Rabu, 21 September 2011

@Banyuwangi

sumber: stibamakassar.files.wordpress.com
Demi sesuap nasi
Yap, sesuai dengan judul posting kali ini aku lagi ada di Banyuwangi. Sementara frase di atas adalah kiasan yang sangat tepat buat nggambarin keadaanku kali ini. Kenapa? Well, karena memang karena alasan itulah aku ada di sini sekarang.
Keinginan kuatku untuk ikut Studi Ekskursi ke Singapura bersama angkatanku, Plano 2008, telah mendorongku untuk giat mencari pengalaman kerja. Mulai dari jualan lampu kelap-kelip, bantuin penelitian dosen, bikin peta untuk TA dan disertasi buat senior, peta CAD dan GIS untuk konsultan, sampe ikut melancong sama konsultan ke luar kota pun aku jalanin. Hasilnya tak lain ya untuk dana keberangkatan dan segala akomodasi SE aku sendiri. Semoga hasil semua yang aku kumpulkan bisa nyukupin semua kebutuhan untuk berangkat nanti. Amin. :)
Sampai aku nulis posting ini aku masih dalam "masa tugas" di Kota Banyuwangi. Sejak Selasa kemarin aku ada di sini. Kemungkinan baru hari Jum'at aku kembali ke Surabaya, karena data yang dibutuhkan belum kami dapatkan seluruhnya. Jadi kami harus menanti pihak instansi meng-compile data-data itu dulu. Dan sembari menunggu proses rekap data mereka, kami menghabiskan waktu di hotel untuk beristirahat atau jalan-jalan di kota. Hitung-hitung refreshing. hehe

sumber: 2.bp.blogspot.com
Ngapain aja di sini?
Sederhana, cuma survey instansi yang biasa dilakukan konsultan pada saat ngerjain proyek dari pemda. Sebenarnya kerjaan kaya gini bisa diselesaikan dalam waktu 2 hari. Tapi entah kenapa jadwal kami di sini butuh waktu 4 hari. Nah, itulah yang bikin aku di sini banyak nganggurnya. Kami keliling ke instansi biasanya sampai waktu makan siang aja. Setelah itu kami gak ada kerjaan hingga malam. Malam pun tetap gak ada kerjaan, kecuali hari pertama saat tiba di Banyuwangi kemarin yang kami harus bikin paparan untuk orang bappeda. Jadi ya gitu. Makan, tidur, makan, tidur aja kerjaan kami yang paling jelas kelihatan.
Aku jadi mikir, orang-orang elit pemerintahan yang sibuk dinas di luar kota itu mungkin buncit gara-gara pola hidup seperti yang aku ungkapin itu ya. Tanpa olahraga atau pun kegiatan yang menguras banyak keringat akhirnya bikin mereka jadi manja. Akhirnya, kerjaannya hanya tiduran di kasur dan makan enak so jadi manusia yang kurang produktif. Bener-bener bikin perut buncit!
Aku sendiri ngerasa, mungkin kalo hidup aku di sini gak aku imbangi dengan latihan kardio, aku juga bakal jadi buncit juga tuh. hehe

sumber: lh4.ggpht.com
Kuliner
Karena temanya melancong, jadi pastinya gak bisa lepas dari yang namanya wisata kuliner. Sampe hari kedua kami di sini kami sudah coba banyak makanan. Tapi yang paling memberikan kesan hanya ada 2, nasi punel Bangil dan Pujasera Surya. Nasi punelnya beneran punel, mantep!
Kalo pujasera banyuwanginya, oke juga. Pilihan makanannya banyak. Tapi yang paling aku suka  itu "masakan jawa a la banyuwangian"-nya.Walaupun cuma pake sayur asem sama dadar jagung aja, tapi rasanya bener-bener nikmat. Rasanya bener-bener Banyuwangi banget! ^^
Dari wisata kuliner yang kami lakukan tiap hari itu, dua hal yang aku sesalkan. Pertama, aku belum nemu warung rujak soto (makanan khas Banyuwangi). Kedua, harga tiap makanannya itu loo. Tapi untung aja tiap kali makan aku dibayarin bos, jadi ya nyantai aja rasanya. Aku gak ngeluarin sepeser duit pun buat urusan makan dan tidur. Istilah kata, makan kenyang tidur pun nyenyak. Tapi ya itu tadi resikonya, kalo lama-lama kayak gini terus bisa ngerubah orang jadi gak produktif. Very dangerous, isn't it?

sumber: bintangtauladan.files.wordpress.com
Added Value
Dari setiap perjalanan, tentunya kita dapat pengalaman dan pengetahuan baru. Begitu juga aku di sini. Dari sisi akademis, aku dapat sedikit pengalaman tentang bagaimana orang instansi di daerah bekerja. Dari sisi human resource-nya, dibandingkan dengan bappeda propinsi bappeda di sini hampir sama. Yang membedakan adalah budayanya. Agenda rapat instansi di daerah cenderung banyak molornya. Sebagai contoh adalah paparan yang kami lakukan. Bila jadwal paparan adalah jam 9 pagi, maka mulainya bisa sampai jam setengah 11. Jadi ada waktu yang terbuang sekitar 1,5 jam. Bayangkan, ada 1,5 jam waktu yang terbuang percuma.
Selain itu aku juga dapat beberapa pengetahuan baru tentang banyak hal. Salah satunya, aku bisa bilang kalo awewe-awewe di daerah jauh lebih cantik daripada di Surabaya. Aku bilang begitu karena setelah aku amati, cantiknya awewe di kota besar biasanya hasil dibuat-buat. Pake make up segala macem. Sementara kalo di daerah kayak di sini ini mereka gak neko-neko, jadi kelihatan "adem" aja saat dilirik. xP
Tambahan juga, dari hasil investigasi yang aku lakukan diketahui bahwa awewe di sini cepat akrab bila diajak kenalan (bukan pengalaman pribadi, hanya denger cerita dari seseorang).

At last, aku berharap apa yang kami usahakan di sini bisa membuahkan hasil dan berjalan lancar. Karena jika mendapatkan "hasil" sesuai harapan, maka aku bisa berangkat ke Singapura dengan modal sendiri. Lumayan, bisa going abroad tanpa nyusahin ortu. Share

Sabtu, 01 Januari 2011

Re-code Your Change DNA

Setelah sekian lama saya mencari-cari link download versi e-booknya, baru sekarang nemu linknya. Di sini saya cuma pengen bantu sobat-sobat yang seneng sama buku beginian (baca: motivasi) tapi susah dapet link gratisannya. Istilah kata, sekedar mirroring aja.
Berhubung saya juga masih baru mulai baca jadi belum bisa menyajikan sinopsisnya. Mungkin sobat bisa baca langsung di blog tempat saya nemu link download ini di sini.

Monggo disedot e-book gratisnya: Re-code Your Change DNA by Rhenald Kasali. di sini


Salam Perubahan!! ^^ Share

Kamis, 24 Juni 2010

Go Green dengan Cycling

Alhamdulillah.. hari ini adalah tepat hari ke-4 AL punya sepeda baru. Kemarin baru beli sepeda dengan merk Polygon Neptune seharga IDR 1,4 juta di Toko Gaplek Santoso yang berada di Jl. Tanjung, Blitar. (wuidii guaya.. banyak fulus nihh..).
Sebenarnya ga jg sih. hhehe.. Gini lo critanya... :D
Sudah lama sebenarnya AL pengen beli sepeda, AL menyebutnya sepeda federal, entah nama jenis sepeda seperti itu apa tapi sejak kecil setahu AL ya namanya itu. Agak maksa ya sepertinya.. hhe
Semenjak lulus SMA dan melanjutkan studi di PT (Perguruan Tinggi) yg ternama di Surabaya (ciee..), ITS, jarak antara kos-kampus yang tidak begitu jauh telah membuat AL berkeinginan untuk memiliki sepeda federal. Di semester pertama kuliah, ke mana-mana biasanya jalan kaki atau nebeng motor temen. Hmm.. jadi teringat masa-masa yang penuh tirakat itu. Lalu di semester ke-2 ada kemajuan, motor di rumah yang sebelumnya agak nganggur diboyong oleh Ibu-Ayah ke Sby demi anak tercintanya. ^^ Setelah itu hilang sudah kekalutan untuk masalah transportasi.
Namun lama-kelamaan AL merasa ada yang tidak benar di sana. Di mana isu global warming gencar digembar-gemborkan dan AL merasa sebagai orang yang tergolong cukup peduli dengan perubahan iklim yang terjadi selama ini dalam praktiknya malah cenderung kurang menunjukkan kepedulian pada lingkungan. AL pikir kalau tetap pake motor maka pantaslah bila AL ini disebut kaum OmDo alias Omong Doang.. Yang pahamnya cuma teori dan tak mengindahkan praktik sehari-hari. Karena bensin sebagai bahan bakar motor tersebut jelas-jelas telah berubah menjadi barang yang semakin langka. Yah, namanya juga Unrenewable Resources.. Oleh karenanya, pada saat itu AL berjanji pada diri sendiri setelah punya uang yang cukup maka saat itu juga sepeda impian AL beli!! (yang ini kayaknya perlu ditiru nih.. hassyahh ^^v)
Setahun kemudian my hope come to reality.. Beasiswa PPA dari kampus yang turun langsung AL belanjakan sepeda impian.. daripada dibuat beli barang-barang yang tiada guna AL pikir beli sepeda bukanlah ide yang buruk. Daaan taraaaa... inilah penampakannya sepeda barunya:

Sedikit narsis euy.. :D




Semoga dengan adanya sepeda Polygon kesayangan ini AL bisa mewujudkan harapan AL, yakni menjadi salah satu green generation yang-paling-tidak bisa mengurangi penggunaan BBM yang otomatis juga akan mengurangi beban bumi akan emisi gas yang sudah menjadi-jadi. Akhirnya AL juga punya hobi baru, Cycling. Sudah sehat, biaya relatif murah, gaya pun juga ga ketinggalan.. ^^
Share