Minggu, 23 Oktober 2011

Menyambung Asa Via Ayat-ayat Cinta

Beberapa waktu belakangan aku merasa seperti tak punya waktu luang untuk bermain-main. Tak seperti setahun atau dua tahun yang lalu ketika aku belum di tingkat terakhir kuliah seperti sekarang, waktu berjalan sangat cepat! Lebih cepat dari yang kuperhitungkan. Tiga minggu, waktu yang dialokasikan untuk menyusun bab 1 seminar pun hampir mendekati ujungnya. Tak hanya waktu yang berjalan (baca: berlari) sangat cepat, kesibukan tak nampak jadi lebih ringan dari yang sebelumnya. Jadi heran... Padahal tidak ada kegiatan tambahan yang aku agendakan untuk semester ini, karena memang aku sengaja membuatnya begitu agar aku bisa sering pulang untuk sekedar menjenguk ibu di rumah.

Dengan deadline tugas yang cukup padat dan kegiatan-kegiatan lain di luar perkuliahan yang menunggu untuk dieksekusi, justru membuatku semakin ling-lung. Ya! Ling-lung karena bingung terlalu banyak hal yang perlu kukerjakan dalam waktu yang relatif bersamaan. Bukannya merasa lebih bersemangat untuk mengerjakannya, hal itu malah membuatku kehilangan passion untuk beraktivitas. Alhasil, yang kudapat pada akhirnya hanyalah rasa malas yang tak terelakkan. Resiko yang kudapat karena kurang mampu memanajemeni waktu dengan baik. Bukan aku tak menghargainya, hanya saja aku masih belum bisa mengatur jadwal dengan apik. Titik.

Di tengah medan pertempuran melawan kemalasan ini, aku mencoba menggeser fokus pikiranku pada kegiatan yang tak banyak membutuhkan konsentrasi. Kuputuskan untuk mencari-cari (baca: mengobrak-abrik) tumpukan buku-buku yang kupunya untuk kubaca-baca lagi, tentu saja buku yang punya nilai hiburan dan tidak membuatku memeras otak. Dan, WHUZZSH!!* Tiba-tiba aku menemukan novel favoritku; Ayat-ayat Cinta buah karya Kang Abik. Akhirnya, dalam kondisi yang kian menekan dan dengan mental yang kian ringkih seperti sekarang ini kuputuskan untuk mengurai benang kusut dalam kepalaku dengan membaca novel ini sekali lagi. Siapa tahu aku bisa mendapat secercah harapan dan kembali memperoleh kekuatan baru dari sini, seperti pada saat pertama kali aku membacanya dahulu. Amin.
Bismillah... Semoga mendapatkan pencerahan batin...


*Maaf, SFX yang terinstall tidak compatible dengan tema yang dipilih penulis =P Share

0 comments:

Posting Komentar

Beritahu saya apa yang Anda pikirkan tentang tulisan ini... :)