Minggu, 27 November 2011

Semangat menulisku, di manakah kamu?

Baru saja aku baca tentang tips-tips dalam menulis dari salah satu website islami, Gaul Islam. Di situ disebutkan bagaimana cara agar tetap bisa menulis secara istiqomah. Lalu disinggung pula bahwa kegiatan menulis itu erat kaitannya dengan kemampuan berbicara seseorang. Orang yang fasih berbicara belum tentu mampu menulis dengan baik, sedangkan orang yang memiliki keterampilan menulis sudah pasti dapat berkomunikasi via berbicara dengan baik pula. Ketidakmampuan orang dalam menulis dibagi menjadi dua. Pertama, orang itu tidak bisa menulis lantaran ia buta huruf. Kedua, orang itu bisa menulis tapi kesulitan dalam menyampaikan pendapatnya dalam tulisan.

Nah, ketidakmampuan jenis kedua itulah yang membuatku terhenyak. Sepertinya aku merasa tersindir oleh tulisan itu. Yaa, walaupun merasa tersindir aku tak boleh sakit hati karena memang aku masih seperti apa yang digambarkan dalam tulisan itu: belum mampu menyampaikan pendapat dengan baik via tulisan. Aku akui ini merupakan salah satu kelemahan terbesarku. Belum mampunya aku dalam menulis sering membuatku minder dan berakhir dengan rasa frustasi. Entah kenapa, dengan mudah aku bisa termotivasi bila ada seseorang memberikan nasehat. Namun pada saat aku melakukan apa yang dinasehatkan kepadaku, rasanya sangat sulit dijalani. Istiqomah, kata-kata yang mudah diucapkan tapi sangat sulit untuk diaplikasikan. Tapi... sulit bukan berarti tidak mungkin kan?

Lalu aku mulai berpikir apakah ini ada hubungannya dengan kepribadianku?
Jawabannya, mungkin saja YA!

Sejak SMA aku dikenal teman-teman sebagai orang yang labil emosinya. Kadang pagi ceria, tapi ketika istirahat suasana hati berubah, lalu ketika pulang sekolah berubah menjadi ceria kembali. Sejak saat itu, teman-teman yang menyadari keanehanku pun menyebut aku 'Si Labil'. Menurutku sangat wajar jika mereka menganggapku aneh, karena aku sendiri pun merasakan hal yang serupa. Aku juga berpikir diriku ini aneh. Hemm... Mungkin aku ini tipe orang yang moody ya... Makanya wajar kalau kegiatan nulisku juga tergantung sama kondisi emosionalku.

Dari pribadi yang labil aku berubah menjadi pribadi yang sulit berfokus. Fenomena ini aku sadari ketika aku menapak bangku kuliah. Banyak waktu yang terbuang karena aku tidak bisa mengatur jadwal dengan baik. Banyak kegiatan yang aku harus selesaikan dalam waktu yang sangat terbatas. Tapi kebanyakan dari kegiatan itu tidak bisa aku selesaikan tepat waktu karena aku tidak bisa fokus. Biasanya aku melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu. Seharusnya aku selesaikan satu pekerjaan dulu sampai finish sebelum berpindah ke pekerjaan lainnya. Kesulitan fokus ini belakangan aku sadari berlaku juga dalam pola berpikirku. Ternyata eh ternyata, memang dari sononya aku susah diajak fokus. I couldn't help my self.. :'(

Pada akhirnya, dua kelemahan di atas berujung pada satu kelemahan yang lain lagi yaitu kemampuan analisis. Nah loh... Apakah itu hasil akumulasi dari dua kelemahan tadi? Bisa jadi!
Harus aku akui sekarang ini aku memiliki kelemahan dalam menganalisis. Padahal sekarang aku benar-benar membutuhkan proficiency itu untuk menyelesaikan Tugas Akhir. Aku ingin sekali meningkatkan kemampuan itu, tapi hingga kini aku belum tau caranya. Somebody, help me!

Membaca artikel Gaul Islam itu seakan telah menginjeksikan semangat baru dalam sanubari. Sekarang tinggal bagaimana aku mengaplikasikan tips yang telah dibeberkan itu. Mungkin aku harus menuliskan apa saja yang ada di kepala ini seketika ada ide yang terpikir. Mungkin juga aku harus memperbanyak membaca untuk menambah wawasan yang akan membuat aku semakin kritis. Atau aku harus melakukan 'mungkin-mungkin' yang lain untuk bisa memperbaiki kemampuanku dalam tulis-menulis.
Dan yang pertama kali harus aku siapkan adalah niat dan doa.
Bismillah...


*Dengan membaca tulisan di atas, sobat akan langsung bisa merasakan parahnya kemampuan menulisku. Hebat kan?? Hahaha... :devil-laugh:


Share

Senin, 24 Oktober 2011

First creation: What I desire the most

Haha... Cuman iseng nih...
Ceritanya, aku lagi galau. Trus aku nemu tempat pelampiasan baru di sini.
Pertama nyoba emang rada kacau...
Tapi semoga tetap bisa menghibur! =D
My very first comicstrip

Di tengah kegalauan yang teramat sangat, setan menggoda tak henti-hentinya. Saat itu, yang bisa kita andalkan hanyalah IMAN.
Doa mengusir setan:
Robbi a'udzubika min hamazaatissyayaa thiini wa a'uudzubika Robbi ayyahdhuruun.
artinya:
Ya Allah aku berlindung kepada Engkau dari ganguan syetan dan aku berlindung kepada Engkau dari kedatangan mereka.
Share

Minggu, 23 Oktober 2011

Menyambung Asa Via Ayat-ayat Cinta

Beberapa waktu belakangan aku merasa seperti tak punya waktu luang untuk bermain-main. Tak seperti setahun atau dua tahun yang lalu ketika aku belum di tingkat terakhir kuliah seperti sekarang, waktu berjalan sangat cepat! Lebih cepat dari yang kuperhitungkan. Tiga minggu, waktu yang dialokasikan untuk menyusun bab 1 seminar pun hampir mendekati ujungnya. Tak hanya waktu yang berjalan (baca: berlari) sangat cepat, kesibukan tak nampak jadi lebih ringan dari yang sebelumnya. Jadi heran... Padahal tidak ada kegiatan tambahan yang aku agendakan untuk semester ini, karena memang aku sengaja membuatnya begitu agar aku bisa sering pulang untuk sekedar menjenguk ibu di rumah.

Dengan deadline tugas yang cukup padat dan kegiatan-kegiatan lain di luar perkuliahan yang menunggu untuk dieksekusi, justru membuatku semakin ling-lung. Ya! Ling-lung karena bingung terlalu banyak hal yang perlu kukerjakan dalam waktu yang relatif bersamaan. Bukannya merasa lebih bersemangat untuk mengerjakannya, hal itu malah membuatku kehilangan passion untuk beraktivitas. Alhasil, yang kudapat pada akhirnya hanyalah rasa malas yang tak terelakkan. Resiko yang kudapat karena kurang mampu memanajemeni waktu dengan baik. Bukan aku tak menghargainya, hanya saja aku masih belum bisa mengatur jadwal dengan apik. Titik.

Di tengah medan pertempuran melawan kemalasan ini, aku mencoba menggeser fokus pikiranku pada kegiatan yang tak banyak membutuhkan konsentrasi. Kuputuskan untuk mencari-cari (baca: mengobrak-abrik) tumpukan buku-buku yang kupunya untuk kubaca-baca lagi, tentu saja buku yang punya nilai hiburan dan tidak membuatku memeras otak. Dan, WHUZZSH!!* Tiba-tiba aku menemukan novel favoritku; Ayat-ayat Cinta buah karya Kang Abik. Akhirnya, dalam kondisi yang kian menekan dan dengan mental yang kian ringkih seperti sekarang ini kuputuskan untuk mengurai benang kusut dalam kepalaku dengan membaca novel ini sekali lagi. Siapa tahu aku bisa mendapat secercah harapan dan kembali memperoleh kekuatan baru dari sini, seperti pada saat pertama kali aku membacanya dahulu. Amin.
Bismillah... Semoga mendapatkan pencerahan batin...


*Maaf, SFX yang terinstall tidak compatible dengan tema yang dipilih penulis =P Share

Minggu, 16 Oktober 2011

Buku Bagus buat Akhwat

Sudah 2 hari ini aku di Blitar. Aku pulang kampung dalam rangka membantu meringankan beban orang-orang di rumah. Yah maklum, di rumah lagi repot banget karena setelah Ibu mengalami kecelakaan kecil sebelum Ramadhan lalu, kini giliran adek yang ditimpa ujian dari Allah. Insha Allah ujian ini adalah suatu peringatan bagi kami sekeluarga agar lebih rajin bermuhasabah dan bertaubat kepada Allah atas segala luput yang telah kami perbuat.
Ok, cukup dengan pengantar dan basa-basinya. Now, back to topic!
Kali ini aku cuma pengen mem-publish beberapa tulisan yang sangat bagus buat akhwat. Tapi tak ada ruginya jika ihwan mengetahuinya juga. Sumber yang aku itu adalah salah satu buku M. Quraish Shihab yang berjudul: M. Quraish Shihab menjawab... 101 Soal Perempuan yang Patut Anda Ketahui.
sumber: penerbitlenterahati.blogspot.com
Buku tersebut adalah milik kakak perempuanku. Menurutku, banyak hal di buku itu yang patut kita ketahui karena berkenaan dengan fenomena yang terjadi dalam keseharian kita. Dekat sekali, bahkan. Karena memang isi buku tersebut adalah hasil tanya jawab antara beberapa akhwat dengan Pak Quraish. Sehingga paling tidak, apa yang termaktub dalam buku ini mewakili problematika beberapa orang di antara kita.

Oya, aku rasa penting pula aku tuliskan salam pembuka dari Pak Quraish yang terpampang di cover belakang buku tersebut agar kita tahu batasan dalam memahami isinya.

Saudariku, Putriku.....
Kita semua mendambakan kecantikan. Tuhan pun indah dan menyukai keindahan.... Tapi.... ada pesan-Nya: Sertakan bersama kecantikan, tiga hal: kesederhanaan, kesucian, dan kehormatan....
Apa yang Anda baca di sini adalah bagian dari ketiga hal itu....Saya berusaha menghidangkan yang "termudah" dari aneka hidangan yang tersedia.... Mohon jangan dikurangi dan ditawar lagi....
TTD
M. Quraish Shihab
Semoga apa yang saya lakukan ini membawa faedah bagi kita semua. Amin.



Share

Batasan Berpacaran dalam Islam


sumber: penerbitlenterahati.blogspot.com

Berikut adalah hasil tanya jawab antara beberapa akhwat dengan M. Quraish Shihab, yang kemudian dirangkum dalam buku yang berjudul M. Quraish Shihab menjawab... 101 Soal Perempuan yang Patut Anda Ketahui.
Apa yang aku tuliskan di sini tidak bermaksud untuk promosi, tapi lebih kepada niat berdakwah. Bukan berarti aku sok tahu ya! Hanya, kebetulan kakak perempuan aku punya bukunya, sehingga aku bisa membagikan beberapa hal yang aku anggap penting untuk kawan-kawan ketahui. Semoga bermanfaat.
So, let's check it out!!
*cerita dikit ahh

Tanya:
Saya seorang mahasiswi yang ingin hidup mandiri, oleh karena itu saya kos di daerah dekat universitas saya. Saya mempunyai pacar yang sudah 6 tahun berpacaran, namun ia terus berusaha untuk mencium saya dan saya pun selalu menolak karena saya paham dalam agama Islam tidak boleh perempuan dan laki-laki bersentuhan bila bukan mahramnya. Namun, ia mengancam memutuskan hubungan kami berdua kalau tidak boleh mencium, apa yang harus saya lakukan, Pak Ustadz?
Rani,
Mahasiswi,
Cirebon

Jawab:
Saran saya "Nasihati dia dan bersegeralah menikah! Kalau dia tetap bersikeras, maka putuskan hubungan Anda!!! Insya Allah Anda akan mendapatkan seorang yang jauh lebih baik bagi Anda." Jelas dia bukan seorang yang beragama dengan baik. Padahal prioritas pertama dalam memilih jodoh adalah keberagamaan (keber-agama-an, pen.). Jika Anda mengizinkan dia melakukan permintaannya itu, setan akan datang lagi menggodanya agar dia mengambil langkah berikutnya melebihi yang pertama, karena memang setan memiliki langkah-langkah yang pada akhirnya menjerumuskan mangsanya. Saya khawatir jika segalanya Anda telah beri, maka pada akhirnya "habis manis sepah dibuang."
Berpacaran dalam Islam tidak dilarang, tetapi dalam arti pertemuan dengan lawan jenis yang diupayakan untuk mengenalnya dalam batas-batas yang dibenarkan agama dengan tujuan menikahinya secara sah, bukan berarti berdua-duaan, apalagi cium-ciuman! Demikian, wa Allah A'lam.
Share

Rabu, 21 September 2011

@Banyuwangi

sumber: stibamakassar.files.wordpress.com
Demi sesuap nasi
Yap, sesuai dengan judul posting kali ini aku lagi ada di Banyuwangi. Sementara frase di atas adalah kiasan yang sangat tepat buat nggambarin keadaanku kali ini. Kenapa? Well, karena memang karena alasan itulah aku ada di sini sekarang.
Keinginan kuatku untuk ikut Studi Ekskursi ke Singapura bersama angkatanku, Plano 2008, telah mendorongku untuk giat mencari pengalaman kerja. Mulai dari jualan lampu kelap-kelip, bantuin penelitian dosen, bikin peta untuk TA dan disertasi buat senior, peta CAD dan GIS untuk konsultan, sampe ikut melancong sama konsultan ke luar kota pun aku jalanin. Hasilnya tak lain ya untuk dana keberangkatan dan segala akomodasi SE aku sendiri. Semoga hasil semua yang aku kumpulkan bisa nyukupin semua kebutuhan untuk berangkat nanti. Amin. :)
Sampai aku nulis posting ini aku masih dalam "masa tugas" di Kota Banyuwangi. Sejak Selasa kemarin aku ada di sini. Kemungkinan baru hari Jum'at aku kembali ke Surabaya, karena data yang dibutuhkan belum kami dapatkan seluruhnya. Jadi kami harus menanti pihak instansi meng-compile data-data itu dulu. Dan sembari menunggu proses rekap data mereka, kami menghabiskan waktu di hotel untuk beristirahat atau jalan-jalan di kota. Hitung-hitung refreshing. hehe

sumber: 2.bp.blogspot.com
Ngapain aja di sini?
Sederhana, cuma survey instansi yang biasa dilakukan konsultan pada saat ngerjain proyek dari pemda. Sebenarnya kerjaan kaya gini bisa diselesaikan dalam waktu 2 hari. Tapi entah kenapa jadwal kami di sini butuh waktu 4 hari. Nah, itulah yang bikin aku di sini banyak nganggurnya. Kami keliling ke instansi biasanya sampai waktu makan siang aja. Setelah itu kami gak ada kerjaan hingga malam. Malam pun tetap gak ada kerjaan, kecuali hari pertama saat tiba di Banyuwangi kemarin yang kami harus bikin paparan untuk orang bappeda. Jadi ya gitu. Makan, tidur, makan, tidur aja kerjaan kami yang paling jelas kelihatan.
Aku jadi mikir, orang-orang elit pemerintahan yang sibuk dinas di luar kota itu mungkin buncit gara-gara pola hidup seperti yang aku ungkapin itu ya. Tanpa olahraga atau pun kegiatan yang menguras banyak keringat akhirnya bikin mereka jadi manja. Akhirnya, kerjaannya hanya tiduran di kasur dan makan enak so jadi manusia yang kurang produktif. Bener-bener bikin perut buncit!
Aku sendiri ngerasa, mungkin kalo hidup aku di sini gak aku imbangi dengan latihan kardio, aku juga bakal jadi buncit juga tuh. hehe

sumber: lh4.ggpht.com
Kuliner
Karena temanya melancong, jadi pastinya gak bisa lepas dari yang namanya wisata kuliner. Sampe hari kedua kami di sini kami sudah coba banyak makanan. Tapi yang paling memberikan kesan hanya ada 2, nasi punel Bangil dan Pujasera Surya. Nasi punelnya beneran punel, mantep!
Kalo pujasera banyuwanginya, oke juga. Pilihan makanannya banyak. Tapi yang paling aku suka  itu "masakan jawa a la banyuwangian"-nya.Walaupun cuma pake sayur asem sama dadar jagung aja, tapi rasanya bener-bener nikmat. Rasanya bener-bener Banyuwangi banget! ^^
Dari wisata kuliner yang kami lakukan tiap hari itu, dua hal yang aku sesalkan. Pertama, aku belum nemu warung rujak soto (makanan khas Banyuwangi). Kedua, harga tiap makanannya itu loo. Tapi untung aja tiap kali makan aku dibayarin bos, jadi ya nyantai aja rasanya. Aku gak ngeluarin sepeser duit pun buat urusan makan dan tidur. Istilah kata, makan kenyang tidur pun nyenyak. Tapi ya itu tadi resikonya, kalo lama-lama kayak gini terus bisa ngerubah orang jadi gak produktif. Very dangerous, isn't it?

sumber: bintangtauladan.files.wordpress.com
Added Value
Dari setiap perjalanan, tentunya kita dapat pengalaman dan pengetahuan baru. Begitu juga aku di sini. Dari sisi akademis, aku dapat sedikit pengalaman tentang bagaimana orang instansi di daerah bekerja. Dari sisi human resource-nya, dibandingkan dengan bappeda propinsi bappeda di sini hampir sama. Yang membedakan adalah budayanya. Agenda rapat instansi di daerah cenderung banyak molornya. Sebagai contoh adalah paparan yang kami lakukan. Bila jadwal paparan adalah jam 9 pagi, maka mulainya bisa sampai jam setengah 11. Jadi ada waktu yang terbuang sekitar 1,5 jam. Bayangkan, ada 1,5 jam waktu yang terbuang percuma.
Selain itu aku juga dapat beberapa pengetahuan baru tentang banyak hal. Salah satunya, aku bisa bilang kalo awewe-awewe di daerah jauh lebih cantik daripada di Surabaya. Aku bilang begitu karena setelah aku amati, cantiknya awewe di kota besar biasanya hasil dibuat-buat. Pake make up segala macem. Sementara kalo di daerah kayak di sini ini mereka gak neko-neko, jadi kelihatan "adem" aja saat dilirik. xP
Tambahan juga, dari hasil investigasi yang aku lakukan diketahui bahwa awewe di sini cepat akrab bila diajak kenalan (bukan pengalaman pribadi, hanya denger cerita dari seseorang).

At last, aku berharap apa yang kami usahakan di sini bisa membuahkan hasil dan berjalan lancar. Karena jika mendapatkan "hasil" sesuai harapan, maka aku bisa berangkat ke Singapura dengan modal sendiri. Lumayan, bisa going abroad tanpa nyusahin ortu. Share

Sabtu, 17 September 2011

I'm Back!

Finally, i am able to visit and write something down here again.
Setelah sekian lamanya aku idle dari kegiatan tulis menulis pengalaman, baru sekaranglah punya kesempatan untuk memulai kembali. Tapi sebelum mulai nulis sesuatu yang nantinya bakal bombastis alangkah baiknya kalo kita maap maapan dulu. Mumpung masih dalam suasana lebaran. Hehe
So, minal aidin wal faidzin ya kawan-kawanku semua. Semoga puasa ramadhan yang kemarin bisa menjadi momen bagi kita untuk menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Dan hari raya adalah titik balik di mana sikap/ perbuatan kita yang sebelumnya masih 'liar' bisa berubah 'jinak' dan dapat dikendalikan. Amin.

Yah, mungkin kali ini ini saja yang aku tulis. Aku cuma ingin bilang bahwa: Alhuda's back! Share

Kamis, 21 Juli 2011

Segmentasi Tahun-tahun di Masa Kuliah

Rata-rata orang kuliah itu lamanya 4 tahun. 4 tahun tersebut adalah masa-masa di mana seseorang mengalami saat transisi dari remaja menjadi seseorang yang lebih dewasa. Aku menyebutnya "lebih dewasa" karena kebanyakan orang akan mengalami kematangan proses berpikir pada selang waktu ini. Buktinya, banyak orang yang menikah setelah mereka mendapat gelar sarjana. Yaa, walaupun untuk bisa menikah tidaklah harus kuliah dulu, lulus SMA langsung nikah juga bisa. Bahkan tidak sampai tingkat SMA pun bisa, atau malah tidak perlu sekolah!
Yang jelas pada saat usia tersebut, telah terjadi metamorfosis pada pribadi seseorang.

4 tahun...
Bayangkan!
Dalam kurun waktu itu seseorang akan mengalami momen-momen yang sangat berkesan. Tak kalah berkesannya dengan masa SMA. Trust me!
Kesan boleh hampir sama dengan saat di SMA, namun tetap ada perbedaan yang sangat mendasar antara keduanya. Dalam kacamata seorang Alhuda mahasiswa kurang kerjaan ini, perbedaan itu telah teridentifikasi yakni pada segmentasi di tiap-tiap tahunnya. Mungkin kalau di SMA tahun pertama sampai tahun ketiga isinya tentang seneng-seneng atau seru-seruan. *yang sedih ya gak perlu dipikirin lahh ya... xP
Tapi di masa kuliah, kita akan dapati hal yang sama sekali berbeda. Dari hasil penerawanganku analisisku 4 tahun itu bisa dibagi dalam 4 segmen:

1. Adaptasi
Level : enteng
Konten : seneng-seneng, kenalan
Pengandaian : penumpang pesawat di ruang tunggu
Efek : happy, was-was
Deskripsi :
Ini masa-masa paling sengsara karena mahasiswa di tahun ini masih menyandang status maba aka mahasiswa bau baru. Karena lingkungan kampus merupakan lingkungan yang masih asing maka mahasiswa ini akan berupaya menyesuaikan diri dengan kondisi sekelilingnya. Dengan membawa gelar maba atau junior, mereka masih merasa sangat segan, malu, atau bahkan takut untuk berbuat macam-macam. Apalagi bila berhadapan dengan senior. Terlebih jika kuliahnya di kampusku, kampus perjuangan ITS, maka tahun pertama ini akan jadi tahun terpanjang dan terlama pada saat kuliah. Gimana enggak, maba di sini sudah pasti akan digembleng baik dari sisi akademis maupun non akademis. Istilah yang kami gunakan: pengaderan...

2. Eksplorasi

Level : lebih menantang
Konten : seneng-seneng, gali pengalaman, cari temen kelompok (studio)
Pengandaian : penumpang pesawat di antrian mau masuk pesawat
Efek : bergelora
Deskripsi :

Tahun kedua merupakan saat-saat yang menyenangkan. Di tahun ini mahasiswa sudah terlepas dari gelar maba (kalau beruntung loh ya... hehe). Dengan demikian, mereka sudah terbebas dari beban yang membelenggu ruang gerak mereka selama di tahun pertama. Mereka sudah punya akses seluas-luasnya untuk menggali potensi mereka. Akses sebebas-bebasnya.
Jika sudah begitu, mahasiswa akan cenderung melakukan petualangan untuk mengasah potensi diri. Biasanya berhubungan dengan minat dan bakat. Kalau di kampusku, mahasiswa tahun kedua bakal nyebar ke berbagai Unik Kegiatan (UK). Kalau punya interest seputar minat bakat dan olahraga larinya ke UKM, yang senang organisasi bisa ke BEM pusat atau BEM fakultas, yang hobinya dakwah gabungnya ke JMMI, LDJ atau organisasi keagamaan di luar kampus (KAMMI, HMI, dll).
Tapi tetap, mereka diwajibkan berkontribusi ke himpunan jurusan sendiri. Kalau di planologi ITS yaa HMPL (Himpunan Mahasiswa Planologi). Ini bisa jadi media evaluasi dari hasil pengaderan di tahun sebelumnya. Dengan menjadi staf di departemen atau biro di himpunan sendiri, senior bisa menilai apakah mereka memiliki cukup inisiatif dan semangat berkontribusi pada himpunan atau tidak. | Duh, mulai serius nich... | Gak seserius itu kok.
Kalau jadi staf di hima, at least mereka bisa belajar tentang kehidupan organisasi internal mereka. Bisa mengeksplorasi preferensi mereka akan himpunan. Mau gabung ke departemen/biro apa nanti di tahun ketiga, ditentukan pada momen ini. Yang pasti mereka, yang menjadi staf, akan belajar banyak tentang bagaimana mengelola hima dengan lebih baik di tahun ketiga. Karena mau tak mau mereka jugalah yang nantinya jadi pemegang kendali di himpunan. Menerima tanggung jawab yang lebih berat dari periode pemerintahan sebelumnya. Menerima estafet kepemimpinan dari sang senior. #ApaanSih

3. Konsentrasi

Level : beratt!
Konten : kontribusi, fokus, manajemen waktu, krisis kepercayaan
Pengandaian : pesawat yang lagi take off, mengalami turbulensi
Efek : khawatir, depresi, stres
Deskripsi :

Tahun ketiga, tahun di mana mahasiswa harus ekstra konsentrasi ke kegiatan di kampus. Akademis, organisasi, dan segala hal yang ada di kampus. Di masa-masa inilah seorang mahasiswa dintuntut untuk mengerahkan semua kemampuannya. They must give everything they have. Giving their best. Giving their all-they-can-do for their own sake.
Semua itu untuk kepentingan mereka sendiri. Mahasiswa di tahun ketiga akan belajar tentang manajemen waktu dan manajemen kegiatan. Bukan untuk himpunan. Bukan untuk orang lain. Tapi untuk diri mereka sendiri. Untuk masa depan mereka sendiri ketika terjun ke medan yang lebih berat di masyarakat.
Dengan tingkat kesibukan yang lumayan tinggi serta kegiatan yang cukup padat akan menjadi salah satu tantangan yang harus mereka atasi sendiri. Akan lebih baik lagi jika mereka terlibat dalam kegiatan akademis maupun non akademis (organisasi). Itu akan membuat mereka semakin paham arti dari perjuangan di kampus. It's about fighting, struggling, surviving. Everything that can make us stronger.
Semua yang bisa bikin kita berkembang jadi lebih baik bisa kita gali di sini. | Ini apaan sich.. Kok jadi gini..? | Yang jelas, momen ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Ingat kata kuncinya tadi, MANAJEMEN!!

4. Memori

Level : berat (tapi beda konteks sama tahun ketiga)
Konten : manajemen waktu
Pengandaian : pesawat sudah mengangkasa, keadaan tenang, kadang ada badai juga
Efek : stres, perubahan sikap drastis, intelegensi meningkat pesat
Deskripsi :

Tahun terakhir!semoga saja... :) | Amin.
Sebenarnya kuliah adalah momen yang sangat menyenangkan, tapi aku yakin pasti ada saja yang memiliki anggapan lain. Mereka yang berpikir bahwa kuliah itu adalah saat-saat yang suram dan penuh ketidakpastian, adalah orang-orang yang tidak banyak punya kenangan indah. They don't have much of good memory to remember later. Kasian sekali... Emm, kesian kesian kesiaan.. #UpinIpinMode
Di tahun inilah semua kemampuan akademis kita diasah habis. Tugas Akhir (TA) yang notabene syarat sah lulusnya mahasiswa S1 seakan menjadi momok yang harus dihadapi dengan cara apapun. Tapi yang aku lihat dari mereka yang tengah mengerjakan TA, sungguh dalam diri mereka merasakan rindu akan masa kuliah di tahun-tahun sebelumnya. | Wah, belum lulus kok sudah melow gini ya? | Err, tak tahu juga ya... Tapi ini beneran loh! Walaupun aku belum pernah ngerasain tapi gambarannya ya seperti itu. Lebih atau kurangnya aku belum bisa cerita. I have to treasure it myself for more later.
Melihat fenomena seperti itu membuatku berkeinginan untuk menciptakan memori indah yang berkesan hingga lulus nanti. Sekarang aku berpikir bahwa di tahun keempat ini aku harus banyak meluangkan waktu bersama kawan-kawanku supaya tak ada sesal yang tertinggal di kemudian hari. Bahkan sempat terbersit olehku bahwa di tahun ini aku harus punya orang yang spesial. | Ehemm... Someone special?? Didn't I mishear something? | Hahah, yang terakhir itu cuma andai-andai aja kok. So don't take it so serious!
Satu yang pasti... Aku akan berusaha menggali momen berharga ini sebaik-baiknya!
Memori itu... Akan aku ciptakan sebanyak-banyaknya!

Ya, itulah tadi hasil observasi yang aku lakukan sebagai detektif mahasiswa kurang kerjaan selama aku kuliah. Tentu saja sifatnya sangat subyektif. Aku yakin kawan-kawan punya preferensi lain yang tak kalah seru. Tapi mungkin perbedaannya tak akan jauh dari keempat hal di atas.

Kuliah itu haruslah menyenangkan. Bagi yang gak ngerasa seperti itu, tolong diusahakan buat ganti persepsi kalian.
So, sebelum terlanjur... Tak ingatkan lagi ya...
Kuliah itu enak, kawan. 4 tahun itu adalah waktu yang harus kita manfaatkan sebaik yang kita bisa. Menambah kawan, menambah link, menambah kompetensi diri, menambah pengalaman, menghasilkan income, dan menelurkan prestasi adalah sebagian kecil dari hal-hal yang bisa kita lakukan. Tak jarang seseorang menjadi besar di masa tuanya karena beliau telah belajar banyak hal semasa kuliahnya. Beliau-beliau itu belajar sesuatu yang dapat mendorong kompetensi mereka hingga mencapai batas/limit-nya. Dan konsistensi untuk menuju limit tersebut disebabkan oleh lingkungan yang mendukung. Mendukung dalam artian, mereka selalu bisa menyesuaikan diri dengan keadaan sehingga merasa nyaman untuk melakukan pencapaian maksimal. Alhasil, saat mereka terjun ke masyarakat mereka memiliki kecakapan yang luar biasa. Akhirnya mereka bisa menjadi tokoh yang disegani di tengah masyarakat. Sebut saja Gie (tokoh pergerakan mahasiswa), Rhenald Kasali (figur perubah pribadi lewat buku fantastisnya, Change! dan Re-code Your Change-DNA), atau Bung Karno (sang tokoh bangsa yang sosoknya tak pernah habis ditelan masa). Mereka semua bisa seperti yang kita kenal sekarang karena integritas yang mereka berikan sewaktu kuliah. Mereka bisa menciptakan memori yang begitu kuat, bukan hanya untuk diri mereka pribadi tapi juga untuk orang-orang di sekitarnya. Keren sekali, bukan?!
Nah, bagi yang belum punya momen-momen seperti itu, galilah mulai sekarang!
Caranya??
Tentu kawan-kawanlah yang jauh lebih paham. Tiap orang pasti punya cara masing-masing untuk menciptakan momen mereka sendiri.
Share

Jumat, 08 Juli 2011

Jadilah Generasi GOBLOG

Bagaimana kawan-kawan menanggapi judul di atas??
Kira-kira mau gak jadi salah satu generasi yang GOBLOG?

Eitss, tapi jangan salah ya. GOBLOG di sini maknanya bukan bodoh, dungu atau tolol. Istilah itu aku pake buat nambahin feel persuasinya aja. Biar yang baca judulnya mau baca isinya juga, karena posting ini lumayan penting loh buat kita-kita, kawula muda.

Terus, GOBLOG itu maksudnya apa sich?
GOBLOG itu tersusun dari 2 kata dasar: Go + Blog, yang arti sederhananya ayo nge-blog!
Kenapa harus nge-blog??
Oke, aku jelasin..
Jaman sekarang ini kan anak-anak muda doyannya maen aplikasi jejaring sosial semisal FB, Twitter, Plurk, de el el. Mereka rajin banget update status di sana. Mulai dari hal-hal sepele sampe yang agak berbobot. Ya walaupun ada juga yang memanfaatkannya untuk media dakwah dan memotivasi orang lain, tapi persentasenya masih kalah jauh bila dibandingkan dengan yang cuma sekedar "main-main" itu tadi.
Kegiatan nge-blog sebenarnya sama saja dengan update status via jejaring sosial. Hanya, bedanya, kalo mau nulis sesuatu yang gak penting di blog kita bakal mikir 2 kali. | Kenapa? | Ya iyalah.. Siapa sih yang gak males update status di blog kalo gak bener-bener penting? Jadi nulis di blog itu emang maksa kita buat nulis sesuatu yang penting. Paling enggak, penting menurut sudut pandang kita sendiri. Dan yang jelas lebih penting daripada sekedar update status di jejaring sosial.

Keuntungan lain dengan kita nge-blog adalah kita bisa belajar nulis. | Inget, nulis itu gak gampang loh! | Nulis itu butuh keterampilan. Dan keterampilan itu hasilnya gak bakal bagus kalo gak sering-sering diasah/dilatih.
Lebih dari itu, kita juga bisa belajar mengeluarkan ide dan pendapat yang murni dari pemikiran kita sendiri. Orisinil. Emangnya spare part, pak??
Ya, pokoknya banyak deh yang bisa kita dapet dari nge-blog. Gak kalah seru sama main FB. Wong di blog juga ada fitur nambah teman kok. Jadi, istilah kata: killing 2 birds with 1 stone. Berkreasi dengan tulisan iya, nambah teman juga iya. Bahkan, kita bisa mengenal pribadi lebih dekat hanya dengan membaca blognya. Posting-posting yang ditulis si empunya blog pastilah menunjukkan kepribadian penulisnya. Itu pasti! Kecuali kalo isi postingnya cuma copas atau repost dari sumber lain...

So, do you want to be one of us??
To be one of the GO-BLOG generation... Share

Minggu, 03 Juli 2011

Selalu Ada yang Kurang

Beberapa hari terakhir ini aku sering banget menjumpai orang-orang dengan problem yang sama. Mereka merasa ada sesuatu yang kurang pada diri mereka. Entah kekurangan itu menyangkut fisik, kekurangan dalam hal materi atau hal-hal lainnya.

Seperti kakak tingkatku di kampus yang mengeluhkan berat tubuhnya yang kurang ideal. Ada yang merasa kurang langsing, kurang kurus, merasa kurang gemuk, kurang tinggi, dan masih banyak macam keluhan lainnya.

Atau kawan sejawatku yang merasakan problem karena kondisi finansial yang ngepres. Sampai-sampai hutangnya numpuk dan menyebar ke berbagai ke penjuru dunia. Halah lebay!

Ada juga yang merasa kurang pintar dalam hal akademis. Setelah melihat hasil hasil kerja kerasnya selama satu semester di SIM Akademik, ada yang merasa sudah puas tapi jumlah yang kecewa lebih banyak karena nilai yang mereka dapat tidak sesuai harapan. Malah ada yang lucu ketika satu angkatan yang sebagian besar mahasiswanya memperoleh nilai kurang bagus, lantas itu dijadikan alasan untuk melakukan semacam pembelaan atas diri mereka dari kelemahan pribadinya. Mengetahui fenomena seperti ini, mahasiswa yang ahli berspekulasi segera mengambil tindakan: bilang kalau dosen memberikan nilai itu dengan tidak berdasar dan tidak transparan. Kemudian mengumpulkan massa yang "senasib" dengannya untuk kemudian diajak menghadap dosen guna mendapatkan penjelasan atas keanehan yang terjadi.

Sungguh keren problematika anak-anak muda jaman sekarang...

Lalu bagaimana dengan aku sendiri? Tidakkah aku punya problem juga??
Jelas saya punya. Dari yang disebutin di atas ada problemku yang mirip dengan kawan-kawanku itu. Salah duanya yang kurang gemuk dan perihal nilai. Tapi saya berusaha untuk memahami kondisi saya dengan cara sebiasa mungkin. Tidak secara ekstim dan anarkis. What?! Anarkis???

Dalam situasi seperti ini aku mencoba untuk terus berprasangka positif (positive feeling). Mencoba untuk melihat semua fenomena dari sisi yang berbeda. Lebih filosofis.
Manusia sudah diberikan Allah karunia dan anugerah yang sangat banyak. Namun sebesar apapun pemberian itu tetap saja masih dirasakan kurang. Memang sudah menjadi fitrah manusia, ketika diberi sesuatu yang enak lalu masih minta tambah dengan dalih "masih kurang". Tapi kan ya gak gitu-gitu banget kalee.
Syukuri ajalah yang sudah didapat. Yang berat badannya kurang atau kelebihan harus bersyukur masih diberikan kesehatan. Yang kondisi keuangannya masih pas-pasan harus bersyukur karena masih diberikan nikmat hidup yang lebih layak daripada pengemis di jalanan. Yang nilainya jatuh harus bersyukur karena itu adalah peringatan bahwa kita masih harus banyak belajar. Kaitannya dengan ini ada quote yang bagus menurut saya:
Nilai Anda tidak akan menjamin masa depan Anda. Imajinasi Andalah yang bisa.
Memang nilai bukanlah segalanya, bukan begitu? Jadi jangan takut dengan nilai yang kurang. Kalau kurang ya tinggal berusaha saja dengan lebih baik. Titik.

Semua hal yang dianggap problem itu sebenarnya bukanlah masalah utamanya. Ada poin yang lebih penting daripada itu, yaitu bagaimana kita menyikapi hal-hal yang menimpa kita.
Fokus pada penyelesaian akan lebih baik daripada fokus pada masalahnya.


So, live your life!
There's nothing you can't do if you have a strong will... Share

Sabtu, 02 Juli 2011

Hal-hal konyol di Sekitar Kita

Yak, langsung aja ya kawan-kawan...
Kali ini aku cuma mau nge-share tentang kekonyolan-kekonyolan yang biasa terjadi di sekitar kita. Entah sadar atau enggak, ternyata banyak lo hal-hal konyol itu. Mungkin beberapa dari list di bawah ini ada yang udah pernah kawan-kawan jumpai pada posting blog atau forum lain. Tapi percayalah, yang ada di sini semuanya pernah saya jumpai atau bahkan saya alami sendiri. Tanpa banyak cink conk lagi, langsung aja deh. Cekiddott!!

1. Ngitung uang dari mesin ATM
Wah, ini nih kerjaan orang yang gak gampang percayaan. Maennya curigaan mulu. Sampai-sampai mesin ATM yang sudah diakui publik sebagai mesin dengan tingkat error yang rendah pun masih disangsikan validitasnya. Yah, mungkin sudah naluri manusia kali yaa. Begitu megang uang langsung aja diitung. Bener-bener gak peduli kalo mesin ATM itu gak bisa nerima complain!!

2. Tanggal muda foya-foya, tanggal tua tirakat
Masih seputar masalah keuangan. Ini fenomena yang sering kita temui di lapangan. Tak menutup kemungkinan kita juga termasuk salah satu tersangkanya. | Ya gimana yaa? Habis itu manusiawi banget sih... hehe

3. Penumpang baru menyerobot masuk sebelum penumpang lama turun
Ini konyol juga nih. Di terminal atau di stasiun banyak nih yang kayak gini. Belum juga penumpang lama turun dari bus/kereta, penumpang baru sudah main serobot aja masuk ke dalam. Mereka gak mikir kali ya, kalo proses pergantian penumpang bakal tambah lama kalo mereka saling serobot. Ruang di dalam penuh sesak, sementara penumpang yang akan turun merasa kesusahan karena kegencet penumpang urakan tadi. Hemm.. Bener-bener dah!

4. Nanya harga setelah barang sudah dipesan dan sudah jadi
Kekonyolan ini biasanya terjadi di warung-warung tempat kita beli makan. Anak kosan seringkali jadi pelaku utamanya. Nanyain harga sebuah barang itu harusnya sebelum pesen, bro, sis.. Kalo pun barangnya dimahalin sama penjualnya, kita kan gak bisa apa-apa. Karena emang sudah haknya si mereka buat pasang harga barangnya. So, sebelum beli tanyain dulu harganya. Biar gak ketipu. ;)

5. Satu warung/kios, beda pramuniaga beda harga
Hampir sama seperti poin nomor 4. Bedanya cuma orang yang jual barangnya ganti-ganti.

6. Menekan tombol dengan cara yang lebay
Pernah menekan tombol Ctrl+C atau Ctrl+V berulang kali gak di keyboard PC/laptop?
Kalo jawabannya pernah, berarti kawan-kawan telah melakukan satu kekonyolan. Karena sepengetahuanku, mencet satu kali pun fungsi tombol tidak ada bedanya dengan yang diulang-ulang. | Apa sebabnya? Ragu, gak yakin, khawatir tombol belum terpencet? | Ahh, itu mah alibi!

7. Nyetir motor atau mobil pas lagi ngantuk
Yang ini agak bahaya. Jadi jangan sekali-kali untuk menirunya ya. Don't try this at home!
Ada salah satu kawan yang punya cerita heboh tentang ini. Cerita ini dialami oleh satu orang namun ada dalam dua skenario yang berbeda. Skenario pertama, setelah mengerjakan tugas hingga larut malam dia pulang ke rumahnya. Mengendarai motor dengan kondisi ngantuk berat. Di tengah jalan yang sepi dia mengujicobakan ketahanan tubuhnya dengan melawan kerasnya aspal hitam nan dingin malam itu. Secara setengah sadar dia pejamkan matanya hingga beberapa detik. Dan begitu membuka mata, dia baru sadar kalau ternyata dia telah terjatuh dari sepeda motor. OMG! I couldn't imagine that... xD
Skenario kedua lebih aneh lagi. Sekarang kalau ada pertanyaan begini: mungkin gak sih seseorang yang ngantuk berat sambil bawa motor tiba-tiba malah pergi ke warnet buat nge-print dokumen??? | Kawan mo jawab apa? | Pasti "tidak mungkin" kan? Tapi ternyata jawaban itu kurang benar, kawan. Buktinya, kawanku yang yang jadi subyek pada skenario pertama itu pernah mengalaminya. Jadi, ketika ngantuk berat pas tengah malam sehabis rapat di kampus, lagi-lagi dia nekat untuk pulang. Di tengah jalan dia merasa hilang kesadaran untuk beberapa saat. Begitu terbangun, dia sudah berada di warnet dan diberondong pertanyaan dari OP warnet: "Mas, ini yang mo di print yang mana?? Di flasdisk ini yang mana yang mo di-print?? Jadi gak sih? Sebaiknya sebelum dicetak di sini dipersiapkan dulu deh file-nya..."
Paginya pas ketemu, dia ceritain deh tu pengalamannya semalam yang aku rasa agak susah jika dinalar akal pikiran manusia yang masih normal. LOL
Dan ini nih tersangka utamanya...

Sampai saat ini cuma hal-hal konyol ini aja yang aku temui di sekitarku. Sebagian dari item di atas, aku juga termasuk "orang yang diduga pelaku kekonyolan" tersebut. Hedeeh --'
Aku yakin sebenarnya masih banyak banget hal konyol lainnya yang belum masuk list di atas. Bukannya aku gak mo nulis, tapi ya mungkin aja konyol-konyol lainnya masih belom terdeteksi sama GPS "Out of Mind"-ku ini. Hahaha

Yang mau nambahin.. Please, monggo, silakan... :D Share

Kamis, 30 Juni 2011

Batu Kecil

Seorang pekerja pada proyek bangunan memanjat ke atas tembok yang sangat tinggi. Pada suatu saat ia harus menyampaikan pesan penting kepada teman kerjanya yang ada di bawah. Pekerja itu berteriak-teriak, tetapi temannya tidak bisa mendengarnya karena suara bising dari mesin-mesin dan orang-orang yang bekerja, sehingga usahanya sia-sia saja.

Oleh karena itu untuk menarik perhatian orang yang ada di bawahnya ia mencoba melemparkan uang logam di depan temannya. Temannya berhenti bekerja, mengambil uang itu lalu bekerja kembali. Pekerja itu mencoba lagi, tetapi usahanya yang keduapun memperoleh hasil yang sama.

Tiba-tiba ia mendapat ide. ia mengambil batu kecil lalu melemparkannya ke arah orang itu. Batu itu tepat mengenai kepala temannya, dan karena merasa sakit temannya menengadah ke atas. Sekarang pekerja itu dapat menjatuhkan catatan yang berisi pesannya.

Lesson Learned:
Tuhan kadang-kadang menggunakan cobaan-cobaan ringan untuk membuat kita menengadah kepada-Nya. Seringklai Tuhan melimpahi kita dengan rahmat, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kira menengadah kepada-Nya. Karena itu, agar kita selalu mengingat-Nya, Tuhan sering menjatuhkan "batu kecil" kepada kita.



Sumber: Ebook kumpulan motivasi (motivasi net) Share

Sabtu, 25 Juni 2011

6th-Semester's Farewell

Apa ini?
Belum-belum udah mo semester 7 aja nih?
Cepet banget deh kayaknya...
Emang di ITS udah 3 taun yak?
Haduh, mo ngapain lagi ya setahun ini??
Bla bla bla...

Sebenernya masih banyak lagi pikiran-pikiran biang kegalauan yang lain di otakku yang sekepal tangan ini.
Tapi ya masak mau ditumpahkan semuanya di sini. Gak perlu lah ya kayaknya...
Yang jelas, aku ngerasa waktu kuliah ini cepet banget berlalu. 3 tahun sudah terlewati. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah:
  • Ngapain aja aku selama 3 taun ini?
  • Dapet apa aja selama kuliah?
  • Udah ngasih yang terbaikkah buat orang tua?
  • De el el.
Semuanya tentang pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan untuk diriku sendiri. Pertanyaan yang muncul tiba-tiba dari hasil berkontemplasi alias ngepet alias ngipri. | Loh loh, kebablasan om. Hayoh, kembalilah ke jalan yang benar! | O iya ya, salah. Maksudnya kontemplasi alias merenung alias muhasabah gitu. Maklum udah ngantuk berat. Heheh | --'

Yah, pertanyaan itu emang gak perlu dijawab. Cukup direnungkan dan diresapi aja pake perasaan. Bukan diresapi pake tisu atau kain pel lo ya!
Yang jelas tujuan aku nulis ini sebenernya bukan buat bahas itu. Esensi posting ini adalah farewell party buat waktu-waktuku yang telah berlalu di semester 6.

Ada ungkapan yang membuncah dalam dada ini untukmu:

Sayonara, semester 6....
Aku pastikan kita tak akan jumpa lagi.
Cukup sekali ini saja kita habiskan waktu bersama-sama.
Bukan karna aku tak suka denganmu, tapi lebih karena aku yang sekarang sudah berpikir jauh ke depan. Bahwa jika aku terus bersamamu, aku akan menelantarkan masa depanku yang cerah.

Oh semester 6... Sudah banyak yang kita lalui bersama.
Kemarin kita alami masa-masa sulit bersama.
Sudah ratusan, bahkan ribuan, batu terjal yang berhasil kita lompati.
Bahkan kita pernah sukses mengubah sesuatu yang impossible menjadi possible. Bukankah itu merupakan prestasi yang tak patut untuk kita lupakan?

Aku tau walaupun kita sudah sedemikian dekat, sedemikian mesra, dan -bahkan kalau boleh dibilang- sedemikian intim, kita tetap tak bisa lanjut ke tahap berikutnya. Karna aku sudah punya "calon" yang lain. Dia adalah semester 7. Keyakinanku mengatakan bahwa hubunganku dengan dia akan sangat baik. Jadi apa yang kumiliki sekarang aku dedikasikan sepenuhnya untuk menyongsong kedatangannya.

Terakhir.. Aku sampaikan permintaan maaf yang tulus ikhlas dari lubuk hatiku untukmu, semester 6.
Maaf jika kemarin aku tidak bisa maksimal menemanimu.
Maaf jika ada banyak amanah yang terlewati.
Maaf jika ada hati yang terlukai.
Semua itu akibat kealpaanku semata. Jadi jangan salahkan dirimu.

Kini sudah saatnyalah kita berpisah. Tapi tenang, kau akan berjumpa dengan adik-adikku. Pasti mereka bisa menghiburmu seperti yang aku lakukan kepadamu beberapa waktu lalu.
Finally, jaga dirimu yaa. Bersikap baiklah pada adik-adikku. :D

Da-daah....
Share

Minggu, 19 Juni 2011

8 Resep Sukses a la FLATWLAC

Cover Buku FLATWLAC
Banyak sekali buku yang memberikan resep atau kiat-kiat untuk meraih kesuksesan. Beberapa di antaranya memaparkan dengan cara yang terlalu muluk dan normatif sehingga sulit untuk dipahami maksudnya. Berbeda dengan buku yang muluk tersebut, Fight Like A Tiger Win Like A Champion mampu memberikan gambaran secara gamblang dan taktis bagaimana membuat sebuah pribadi yang siap untuk menjadi sukses. Cara penyampaian maksud yang sederhana serta disertai dengan cerita-cerita ringan namun pas membuatnya sangat nikmat ketika dibaca.

Buku ini adalah buku motivasi yang kali pertama aku baca habis dalam waktu kurang dari satu minggu. Itupun pada saat aku punya banyak tugas kuliah. Padahal aku termasuk orang yang minat bacanya rendah. | Wah berarti buku ini bagus dong? | Yup, bener banget. Buku ini layak dijadikan recommended book bagi para mahasiswa yang hendak meniti karir, apalagi yang pengen belajar menjadi enterpreneur. Kalo gak percaya baca aja 10 halaman pertama, aku yakin kawan-kawan bakal ketagihan. ;)

Buku FLATWLAC (karena judulnya yang panjang jadi disingkat aja ya nulisnya, capek nich.. heheh) ini, menurutku, bukan hanya mengajarkan tentang arti kesuksesan dalam hal finansial melainkan juga sukses dalam segala hal. Sukses dalam hidup. Kita sebagai mahasiswa pun bisa memetik pelajaran dari buku ini untuk kemudian diaplikasikan dalam kehidupan kampus yang berkaitan dengan akademis atau organisasi. Tentunya kita semua berharap bisa sukses untuk kedua-duanya bukan?

Ada satu hal yang selalu ditekankan dalam buku ini, mulai dari bagian pendahuluan hingga bagian penutup. Bahwa tidak ada kesuksesan yang INSTAN. Tidak ada jalan pintas. Bahwa kesuksesan berawal dari tekad yang kuat dan kerja keras sebagai tindakan nyata untuk mencapainya.
Secara garis besar buku, karangan Darmadi Darmawangsa, ini menjabarkan 8 resep untuk menjadi Champion (sebutan untuk orang sukses dalam bahasa author). Kedelapan resep itu adalah:

#1 Positive Attitude
Semua berawal dari sini. Positive attitude (PA) seringkali dihubungkan dengan positive thinking (PT), padahal sebenarnya tidaklah seperti itu. PT hanya merupakan salah satu ciri dari PA. PA di sini diartikan sebagai sikap yang kita ambil terhadap suatu problem. Bagaimana mengubah suatu kondisi yang amat tidak menyenangkan menjadi suatu kondisi yang sebaliknya. Bagaimana cara pandang yang baik atas suatu problem sehingga kita tetap bisa struggle. Semua dibahas di bab ini.

#2 Belief
Adalah keyakinan yang mendarah-daging dalam diri kita. Dengan memiliki belief, kita akan menjadi seorang visioner. Orang yang berpandangan jauh ke depan. Orang yang mampu membaca setiap peluang didasarkan pada target dan kemampuan. Keyakinan yang mendalam adalah yang dibarengi dengan tindakan nyata.

#3 Goal
Merupakan suatu hal yang bisa menuntun kita menuju sukses yang diharapkan. Goal adalah jalan yang harus kita tentukan sendiri dalam rangka menggapai  kesuksesan yang sejati.

#4 Failures
Kegagalan selalu terlihat seperti momok yang membuat kita kapok untuk mencoba lagi hal yang sama. Tapi kenyataannya adalah sebaliknya. Gagal mencetak seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Dengan kombinasi sikap positif lainnya maka akan dapat mengubah kegagalan menjadi kesuksesan. Lihat saja bukti otentiknya, di mana orang yang kesuksesannya langgeng pastilah mereka yang dulunya pernah gagal berulang-ulang.
KFC-nya Kolonel Harland Sanders, Ford-nya Pak Henry Ford, lampu bohlam Bang Thomas A. Edison, gambar kartunnya Si Walt Disney setidaknya bisa memberikan gambaran kepada kita bagaimana kegagalan telah mendidik seseorang menjadi The Real Champion. Mereka semua bisa seperti yang kita kenal sekarang setelah menempuh perjalanan panjang yang penuh kegagalan. So, belajarlah dari kegagalan!

#5 Motivation
Sesuatu yang harus ada padi diri setiap orang. Sesuatu yang tidak boleh hilang. Karena hanya dengan motivasi inilah sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin.

#6 Awareness
Artinya kesadaran. Kesadaran akan keadaan di sekitar kita yang bisa dijadikan peluang.

#7 Integrity
Suatu hal yang membuat seseorang yang "besar" terlihat lebih besar. Contoh yang paling gampang adalah dengan ilustrasi berikut.
Ada seorang karyawan yang tidak pernah naik gaji selama 5 tahun dia bekerja di perusahaannya. Lalu ada karyawan baru yang masuk dan setelah 6 bulan dia bekerja langsung dapat kenaikan gaji. Apa yang membuat hal ini bisa terjadi?
Ternyata karyawan lama berpikir bahwa gaji besar akan mempengaruhi gaya bekerja yang lebih profesional.
Sedangkan karyawan baru berpikir bahwa cara bekerja yang all-out akan memberikan hasil maksimal, gaji urusan belakangan.
Tahu bedanya kan??
Karyawan lama: Gaji besar >> bekerja profesional. | Failed
Karyawan baru: Bekerja profesional >> Gaji besar. | Success 

#8 Consistent and Persistent
Merupakan kunci dari semua resep yang ada. Yang ada di sini hanyalah ACTION.
Ketujuh poin yang disebutkan di awal hanyalah penunjang. Jika tidak ada , tidak akan jadi masalah.
Konsistensi dan kegigihan adalah senjata ampuh untuk meraih kesuksesan. Bila ingin sukses, syarat ini mutlak dimiliki.


Terakhir, author buku tersebut memberikan ilustrasi dengan sangat apik.
Hidup ini bagaikan orang yang sedang naik mobil, di mana... 
positive attitude sebagai setir/kendali mau ke mana mobil bergerak; 
goal sebagai peta yang dapat memberikan arahan secara jelas jalan mana yang harus ditempuh untuk bisa sampai tujuan; 
failure sebagai kaca spion; dan 
consistent and persistent sebagai pedal gas yang membuat mobil bergerak sewaktu-waktu. Tanpa diinjak atau ditekan (ACTION) maka mobil tak akan pernah bisa berjalan.

Ya, semuanya itu baru sedikit saja yang bisa aku sampaikan dari hasil membaca buku FLATWLAC. Masih ada banyak hal yang belum terwakili dari resensi ini. Oleh karenanya saya sarankan kawan-kawan untuk membacanya sendiri agar ilmu yang diserap bisa lebih nancep. Tapi berhubung ebook-nya juga susah untuk didapat jadi mau gak mau harus beli atau pinjam. So, selamat berburu buku yaa. hehehe Share

Jumat, 17 Juni 2011

Daftar Isi Blog


Share

Me and Acne

The relationship between me and Acne is very unique. We are close, although it seems a bit complicated. We often meet each other, whereas there is no appoinment before. Not at all!
Yeah, that's why I call it complicated.

Do you know...
When Acne is around, I wish she would leave me ASAP.
But, when Acne isn't around sometimes I feel lonely..
I wish I could do something to make our relationship better. *sigh

STOP!!!
She???
Who is Acne?
Shouldn't we consider it with word  what instead of who??

Easy! Let me explain to you first.. Hehe
For Your Information, Acne isn't the name of girl nor human. So, don't be bothered and feel jealous because of it. Okey! xP

Acne is one of any sign that indicates someone's puberty phase.
Generally, it appears when our age come to teens. Everyone must be ever experience this kind of situation.
THEY: our parents, our teachers, our friends; YOU; and unexceptionally ME. All of us must be meet Acne.

Anyway, what about you?
Have you ever met Acne?

In my case, it's a bit peculiar. Whenever I got that phenomenon, it means I'm in the stress state. Which I feel my mind would blow. Surrounded by messy and complicated thoughts.
On the other hand, if you find me flawlessly it means that I'm in the happy state. Which both of my body and mind do feel so fresh. No burden at all. All I have is just positive things.

So that's how you can recognize me well. Easy, isn't it? :D




What's so funny?

Share

Selasa, 14 Juni 2011

Harus Bisa Bedain!

X: Widiih, rapi banget lo?
Mau mandu di mana emangnya?
Me: Haah??

Itu pertanyaan yang dilontarkan seorang temen ke gue hari ini saat di kampus. Mungkin dia ngerasa aneh karena gak biasa ngeliat mahasiswa yang pake baju agak rapi.
Ya, hari ini emang gue akuin kalo dandanan gue sedikit beda sama biasanya (kecuali kalo pas jadi pemandu LKMM tapi). Yang bikin gak biasa sebenernya cuman satu: sepatu pantovel, itu aja. Gak ada yang lain. Jadi kombinasi blouse biru lengan panjang, celana panjang kain, plus sepatu pantovel yang gue pake ngampus hari ini ya wajar-wajar aja. Mirip-mirip sama eksmud (eksekutif muda) gitu lah. xP
Tapi gak ada yang spesial kok. Ya, paling enggak, itu yang ada dalam benak gue.

Tapi ternyata, apa yang gue pikirin gak sama sama orang lain! Terbukti dengan adanya pertanyaan tadi.
Nah, sekarang gue nanya.. Emang aneh ya kalo ada mahasiswa yang kuliah di jurusan teknik yang kalo ngampus pake setelan hem + celana kain + pantovel?
Atau keanehan itu muncul karena sekarang kebanyakan mahasiswa pergi kuliah cuman pake kaos?
Which one is in your mind? Hemm..

To tell the truth, gue agak prihatin kalo ada mahasiswa jaman sekarang yang kalo masuk kelas waktu kuliah cuman pake kaos. Gak rapi. Gak sopan. Kesannya gak menghargai dosen. Apalagi yang pake bawahan jeans yang bolong-bolong di bagian lututnya. Errgh, gue jadi ngerasa sherina banget! [sherina = gregetan, tau lagunya kan?]
Dan fenomena itu sering terjadi di kampus gue. Bukan sering lagi malah, tiap hari selalu ada yang kayak gitu. Kuliah cuman pake kaos. Padahal udah ada aturan yang bilang kuliah gak boleh cuman pake kaos. Kaos boleh, minimal yang ada kancingnya alias polo shirt. Tapi apa? Lagi-lagi aturan dibuat untuk dilanggar.
Duh, parah pak!

Sekali lagi, harusnya kita bisa ngebedain lah posisi kita sewaktu jadi siswa dan mahasiswa. Derajat mahasiswa itu lebih tinggi dibanding siswa. Camkan itu!
Dan seharusnya lagi mahasiswa itu lebih dewasa. Dewasa gak melulu dihubung-hubungkan sama usia. Dewasa bukan hanya diliat dari tampangnya yang keliatan tua. Tapi dewasa bisa ditunjukkan melalui sikapnya, dan salah satu sikap yang menunjukkan hal itu adalah cara berpakaian. So, kawan-kawanku mahasiswa... Tolong dibedain ya, gimana cara berpenampilan seorang remaja ababil dan gimana cara berpenampilan seorang mahasiswa (yang katanya mahasiswa adalah remaja/kaum muda yang intelek).
Bisa kan? | Aku yakin 100% pasti bisa. Kan udah pada pinter-pinter tuh...

Penampilan itu bukan segalanya. Tapi yang dinilai orang pertama kali dari kita adalah penampilan, bro.
Jadi, you know laah... Share

Dari "saya" ke "gue"

Sekali-kali pengen coba nulis pake logat anak gahul ahh. Pake "lo gue lo gue" getohh. Biar ada, semacem, pergantian suasana juga. Biar gak boring.
Sebelumnya sih gue (pertama kali make' nih!) biasa nulis pake "saya". Mungkin terlalu formal kali yah? heheh
Pernah juga nulis posting pake "aku". Jadi sekarang pengen ngerasain sensasi kalo pake kata "gue".
Dan setelah nyoba nulis pake "gue" di sini ternyata emang asik juga!
Do you feel what I feel? :D Share

Sabtu, 11 Juni 2011

Belum Seberapa

Haduuh, tugasnya kok banyak seehh... Padahal udah gak tidur 3 hari, tetep aja gak kelar-kelar. Hufft!

Hemmh, gara-gara ngerjain tugas malem minggu jadi gak bisa ke mana-mana.
Assyemm!

Tugaas terus.. Tugaas terus..

Tugas yang kemaren aja belum kelar udah ada tugas lagi dari dosen. Arrrgh!


Keluhan di atas kerap saya dengar dari teman-teman di kampus. Mendekati akhir semester, frekuensi keluhan biasanya semakin sering saya dengar. Jelas, karena pada saat inilah tugas-tugas besar menunggu untuk dikumpulkan. Tidak jarang tugas-tugas yang banyak itu memiliki deadline yang bersamaan.

Kalo sudah begini, kuliah jadi terasa sangat berat. Apalagi bagi mahasiswa yang sekaligus aktivis kampus, alias yang aktif di organisasi. Kesibukan makin menjadi-jadi. | Kuliah memang berat. Tapi tak seberat itu kawan. Ini belum seberapa.. | Gak seberapa gimana maksudnya? | Wes, lanjutin dulu aja bacanya. Ntar pasti ngerti deh.. Hehe

Saya sepakat kalo ada yang bilang kuliah itu susah; kuliah itu berat; atau kuliah itu menyita waktu dan tenaga.
Karena memang itulah adanya. Itulah yang membedakan antara anak kampus dan anak sekolahan; antara mahasiswa dengan siswa. Dari namanya saja sudah kelihatan. Mahasiswa ada embel-embel "maha" yang artinya..
ma.ha-
[bentuk terikat] (1) sangat; amat; teramat: mahabesar; mahamulia; (2) besar: mahaguru; mahasiswa
Jadi, mahasiswa itu artinya pelajar yang derajatnya lebih tinggi daripada siswa. Lebih tinggi dalam segala hal. Jadi ya wajar kalo bebannya lebih berat. Iya kan?

Tapi di balik semua itu, kawan, janganlah lantas kita cepat mengeluh dan patah semangat. Di saat semua terasa amat berat dan keadaan berubah di luar kendali, janganlah kita menyalahkan keadaan dan menyalahkan diri sendiri. Cobalah untuk berkontemplasi barang sebentar saja. Merenungkan apa yang kita alami dan kita rasakan saat ini.
Lalu coba tanyakan pada diri kita sendiri:
  • Apa iya tugas-tugas kuliah ini yang bikin hidup jadi begitu berat?
Jika jawabannya iya, maka visualisasikan yang satu ini:
  • Di luar sana banyak orang yang tak bisa menikmati nikmatnya kuliah sepertiku. Alasannya beragam. Karena tak punya biaya. Karena tak cukup pintar untuk bisa lulus ujian. Karena permintaan orang tua. Karena harus mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Karena sudah dilamar orang. Dan juga karena-karena lain yang lebih tak masuk akal. xP

Yang jelas, masih banyak orang yang tak seberuntung kita.
Mereka yang tak bisa merasakan jadi mahasiswa seperti kita, duduk manis di kelas dan mendengarkan celotehan dosen... Hidup mereka jauh lebih berat, kawan. Beban yang mereka pikul sudah beda level dengan kita. Lebih berat!

Bersyukur
Syukurilah apa yang ada pada diri kita sekarang.
Bandingkan diri kita dengan mereka-mereka yang tak bisa kuliah tadi.
Mereka yang seusia kita tapi sudah harus bekerja di luar batas kemampuan wajarnya.
Mereka yang tak bisa berkumpul bareng temen-temennya.
Masihkah kita berpikir bahwa hidup kita saat ini berat?

Positive Feeling
Mulailah untuk ber-positive feeling.
Sebuah cara pandang baru yang lebih tinggi tingkatannya daripada positive thinking. Karena feeling lebih banyak menggunakan sisi emosional daripada thinking. Sedangkan pikiran manusia seringkali dikalahkan oleh emosinya. Jadi cara pandang ini pada dasarnya adalah mengubah kelemahan menjadi kekuatan.

Tugas kuliah memang berat, kadang juga sulit. Tapi jangan jadikan kesulitan itu sebagai masalah atau beban. Jadikan itu sebagai rintangan. Rintangan yang harus kita hadapi dan kita atasi. Dengan begitu kita akan lebih bersemangat karena rintangan ini sifatnya positif. Gambarannya gini:
Ketika kesulitan kita anggap sebagai [rintangan]...
Setelah berhasil mengatasi suatu rintangan lalu menghadapi rintangan baru. Maka kecenderungannya kita akan terpacu untuk mengatasi rintangan baru itu. Jalan apapun akan ditempuh walau resikonya berat.
Ini mirip dengan perlombaan. Setelah memenangkan lomba kita akan bersemangat untuk mengikuti lomba lainnya.

Hal ini berbeda jika kita menganggap kesulitan sebagai [masalah]...
Saat masalah menerpa, kita cenderung akan merasa gundah, was-was, dan tidak bersemangat. Gimana mau semangat kalo masalah-masalah masih membelenggu.
Hemm. Menerapkan positif feeling itu susah juga ya ternyata. | Enggak kok. Sebenarnya itu gampang!

Ubahlah paradigma kuliah berat menjadi kuliah itu menyenangkan!
Tugas seabrek-abrek itu justru bisa bikin kita semakin sering ngumpul sama temen. Ngumpul karena kita butuh diskusi untuk menyelesaikan tugas. Otomatis semakin banyak tugas semakin banyak intens pula hubungan pertemanan kita dengan mereka. Kalo sudah seperti ini, barangkali saat-saat seperti inilah yang akan kita rindukan nanti setelah lulus kuliah. Saat-saat ngumpul sama temen inilah yang gak akan terlupakan. Bener gak?

Makanya, nikmatin aja momen-momen ini. Sebelum kita lulus, tua dan berkeluarga. Karena pada saat itu kita akan dihadapkan pada tugas yang lebih berat lagi. Tentu saja bentuk tugasnya sudah berbeda. Bukan lagi bikin laporan atau presentasi. Tapi tugas berupa AMANAH.
Amanah... mengurus istri/suami.
Amanah... mengurus anak.
Amanah... merawat orang tua.
Amanah... di tempat bekerja.
Amanah... di dalam bermasyarakat.
Dan masih banyak amanah-amanah lain yang pastinya akan lebih berat daripada sekedar tugas kuliah.

So, take it easy my friends!
Fill your life with smile and Enjoy your day!
Be sure that you can do it!! Share

Selasa, 07 Juni 2011

Di Tengah...

Jika menjadi si kaya berarti kikir dan tak punya empati...
Sedangkan menjadi si miskin berarti tak mau bergerak untuk mengubah hidupnya...
Maka aku lebih memilih menjadi orang yang SEDERHANA saja, yang masih mampu untuk berderma dan mengupayakan hidup yang lebih baik!

Jika menjadi si tinggi berarti tak mampu menjangkau si rendah...
Sedangkan si rendah berarti tak mampu menggapai si tinggi...
Maka aku lebih memilih menjadi orang yang SEDANG-SEDANG saja, yang masih bisa merangkul kedua-duanya!

Jika menjadi orang yang kuat hanya bisa menindas yang lemah...
Sedangkan orang lemah hanya bisa menjadi beban bagi orang di sekitarnya...
Maka aku lebih memilih menjadi orang yang BIASA-BIASA saja, yang tidak menyakiti dan menjadi beban bagi yang lain!

Jika menjadi pemimpin hanya bisa mendzalimi mereka yang dipimpinnya...
Sedangkan yang dipimpin hanya bisa menuntut segalanya dari si pemimpin tanpa melakukan apa-apa...
Maka aku lebih memilih menjadi orang yang di TENGAH-TENGAH saja, yakni orang yang mau dipimpin namun selalu siap ketika diminta memimpin!
Share

Sabtu, 04 Juni 2011

Asyiknya Jadi Aktivis Kampus

Posting kali ini akan saya awali dengan sedikit kontemplasi...
Ketika di kampus...
  • Pernahkah kawan disibukkan oleh sesuatu yang bukan karena kuliah?
  • Pernahkah kawan bolos kuliah karena suatu hal kurang penting?
  • Pernahkah kawan merasa fisik kawan drop di kampus tapi bukan disebabkan oleh kegiatan akademis?
  • Pernahkah kawan mengalami yang namanya krisis kepercayaan?
  • Pernahkah kawan dikecewakan sendiri oleh teman baik?
Jadi, apa jawaban kawan atas pertanyaan-pertanyaan di atas??
Kalau saya disuruh menjawab, maka jawaban saya adalah: YA, SAYA PERNAH MENGALAMI ITU SEMUA. | Lho, kok bisa?? Di mana mengalaminya? | Di organisasi dong..

Di tahun ketiga kuliah saya, sebagian besar waktu saya luangkan untuk organisasi di kampus. | Kok niat banget sih? Emang apa sih enaknya ikut organisasi? | Salah satu alasan saya ikut organisasi adalah untuk mencari pengalaman. Maklum, pengalaman saya dalam organisasi sangat kurang. Sewaktu SMP dan SMA saya cuma jadi siswa yang SO alias Study-Oriented, tidak pernah ikut kegiatan organisasi. Jadi, di kampus perjuangan inilah saya berusaha "membayar hutang" pengalaman yang telah lalu tersebut.

Kalau ditanya apa enaknya, ya saya jawab enak enak saja. Dalam sebuah organisasi banyak softskill yang diasah. | Softskill? Makanan apaan tuh?? | Saya juga tidak paham secara mendalam tentang softskill. Yang saya tahu softskill itu adalah kemampuan yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja atau di manapun kita berada, namun tidak diajarkan di bangku perkuliahan. Gak diajarkan sama dosen di kelas. So, kita harus mencarinya sendiri di luar kelas! #NahLo

Supaya gak bingung, simak dulu deh definisi softskill berikut.
Soft skills merujuk kepada kecemerlangan individu dalam beberapa aspek seperti sikap dan personaliti, kemahiran berbahasa (berkomunikasi), sikap bersopan-santun, memiliki pergaulan yang luas serta bersikap optimis. Soft skills merupakan pelengkap kepada kemahiran lahiriah (hard skills) yang juga merupakan keperluan teknikal untuk mendapatkan pekerjaan. Soft skills dibahagikan kepada dua kategori iaitu kemahiran individu dan kemahiran interpersonal.
Gimana, sudah paham kan tentang softskill?
Kalau gitu kita lanjut ya...

Kembali lagi ke pertanyaan-pertanyaan di awal tadi.
Jika diperhatikan sekilas mungkin seluruh item yang dipertanyakan merupakan hal negatif. Namun kehidupan dalam berorganisasi tidak selalu demikian keadaannya. Semua hal itu tidak mutlak ada di setiap organisasi. Setiap organisasi pasti punya kondisi yang berbeda-beda tergantung dari faktor internal dan faktor eksternalnya.

Nah, kalau di organisasi Alhud Yahud sendiri kondisinya gimana tuh?
Di HMPL (Himpunan Mahasiswa Planologi, nama organisasi yang saya ikuti) sendiri sekarang masih kondisinya masih belum bisa dikatakan ideal untuk sebuah organisasi, karena posisinya masih dalam taraf belajar. Maklumlah, usia HMPL masih muda. Belum genap 10 tahun. Jadi masih banyak hal yang harus dibenahi. Misal: sekretariat hima yang kondisinya masih acakadul, kinerja pengurus hima yang masih belum optimal, manajemen anggaran yang masih kacau, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Terkait dengan anggaran, seringkali kami mengalami kesulitan dalam hal pendanaan. Selain karena tingkat kepercayaan pihak birokrasi yang rendah terhadap himpunan kami yang relatif masih baru, Ikatan Alumni yang belum terkoordinasi dengan baik menjadi salah satu alasan utama mengapa dana sulit kami dapatkan. Sponsorship dari pihak luar masih belum bisa diharapkan. Saya berharap, ke depannya Ikatan Alumni PWK-ITS bisa dijalankan dengan semestinya seperti jurusan-jurusan lainnya. Amin.

Tapi ya seperti itulah kehidupan berorganisasi. Ada susahnya, ada senangnya. Susahnya ya pas kayak keadaan di atas. Senangnya, kita bisa dapet teman baru, keluarga baru, atau mungkin pacar baru (Upss..). Yang terakhir itu anggap saja saya salah ketik. Hehehe
Satu trik yang saya peroleh dari pengalaman organisasi, kalau ingin menguji sebaik apakah teman kita, sesolid atau seloyal apakah mereka, maka salah satu caranya adalah dengan mengamati tindak-tanduk mereka dalam berorganisasi. Mungkin kalau boleh saya bilang, kita bisa melihat sifat asli seseorang melalui kehidupan berorganisasinya. | Kok bisa?? | Ya bisa lahh.

Dalam organisasi kan sering terjadi ketegangan-ketegangan jika ada suatu masalah. Nah, pada saat itulah biasanya emosi dari masing-masing pribadi bermain. Sifat seseorang bisa nampak jelas dari sikap dan perbuatan pada saat ketegangan berlangsung. Kalau bahasa jawanya: ketok asline! Insyaallah, cara tersebut 99% berhasil dalam mengetes seseorang. Trust me, it works! | Wah, kok serem gitu ya kehidupan berorganisasi? | Enggak kok, justru itulah nilai plus-nya. Dinamisasi dalam hidup itu sangat diperlukan, biar gak membosankan. Nah, salah satu jalan untuk mempelajarinya adalah dengan berorganisasi. Keadaan yang dinamis dalam sebuah organisasi sedikit banyak bisa merepresentasikan kehidupan kita nanti. Dengan belajar dari situ, kita terlatih untuk menjadi pribadi yang semakin dewasa sehingga lebih punya kesiapan lebih untuk menyongsong hari esok yang lebih menantang.

Plus/minus dalam sebuah organisasi sudah pasti ada. Namun yang terpenting bukanlah keuntungan apa saja yang kita dapatkan atau kerugian apa saja yang telah kita alami dari kehidupan berorganisasi. Tetapi PELAJARAN apa saja yang bisa kita gali dari sana. Saya percaya, dengan berorganisasi kita bisa menjadi pribadi yang lebih matang secara manajerial dan juga matang secara emosional. Ya minimal, kita dapet 2 hal positif dalam satu aksi. Intinya, ikut organisasi itu gak ada ruginya.

Terakhir..
Maju terus organisasi-organisasi Indonesia!
Maju terus pemudanya!
Ubah dunia dengan tanganmu!
Belajarlah dari sekarang!
Jadilah aktivis muda!!!
Share

Kamis, 02 Juni 2011

Ketika Rindu Ibu [Video]

Saya mau share video lagi. Video berikut adalah salah satu favorit saya.
Ketika saya rindu dengan ibu, saya senang menonton tayangan yang berdurasi 6 menit 42 detik ini.
Video yang satu ini berisi renungan yang memiliki power.
Saya tulis memiliki power karena video ini mampu menghipnotis saya. Setiap kali menontonnya, seketika itu juga hati saya basah karena terlintas sosok ibu di benak saya. Tergambar dengan kuat keberadaannya.

Ibu, engkaulah malaikat penjagaku di dunia ini.
Engkau telah mendidik dan membesarkanku tanpa kau kenal pamrih.
Akan kubalas jasamu dengan membahagiakanmu, kini dan terlebih ketika aku mampu nanti.
Walaupun aku sadar jasa-jasamu tak akan pernah bisa kubalas, karena jasamu bagaikan air di seluruh samudera sedangkan apa yang kulakukan tak lebih dari setetes bagiannya.
Tapi paling tidak izinkanlah putramu ini berbakti padamu.
Menyayangimu dan merawatmu hingga akhir hayatmu.
Ungkapan untuk Ibu
by Alhuda

Share

Rabu, 01 Juni 2011

Biar Kita Gak Ninggalin Shalat Fardhu [Video]

Dalam kesempatan kali ini saya mau nge-share video aja..
Mumpung kondisi ruhyah saya lagi tinggi. | Widiii.. Gak sombong yaa.. :P
Ya siapa tau nanti pas kawan-kawan (atau bahkan saya sendiri) ketika lagi futur dan hendak melakukan sesuatu yang dapat mencederai iman, liat video ini, trus jadi insyaf dan bertobat.. Hehe

Okeh, langsung aja ya. Bismillahir rahmanir rahim..


Share

Minggu, 29 Mei 2011

Berdoa, Mohonlah KEKUATAN daripada Kemudahan

"Ya Allah berikanlah kepada hamba kemudahan dalam menjalani semua ini..

Hindarkan hamba dari hal-hal yang memberatkan, ya rabb. Karena hamba adalah makhluk yang lemah tak berdaya.

Semoga esok hamba bisa menyelesaikan semua masalah ini dengan baik. Amin"


Pernahkah kawan berdoa dan meminta kepada Allah hal seperti di atas??
Kalau iya, berarti Anda harus merenungkannya kembali.

Apakah salah berdoa untuk memohon suatu kemudahan setelah kita ditempa kesulitan yang bertubi-tubi?? | Tidak.

Tidaklah salah jika kita memohon seperti itu. Doa seperti itu baik. Semua doa adalah baik selama tidak bertujuan untuk mencelakakan orang lain. Tapi kalau ada yang lebih baik, kenapa kita tidak mencobanya??

Doa merupakan media penghambaan kita kepada Allah, Tuhan semesta alam. Di dalam kita berdoa, ada rasa kepasrahan yang dapat menimbulkan sugesti untuk mencapai GOAL yang kita harapkan. Nah, disinilah letak kelemahan doa [minta kemudahan] itu.

Mari kita renungkan bersama...

Jika kita minta [kemudahan]:
Kepasrahan akan muncul. Sugesti juga akan timbul. Tapi mindset kita akan mengharap dan menunggu adanya kemudahan, kemudahan, dan kemudahan. Jika kemudahan tak kunjung datang, sugesti berangsur-angsur hilang.
Coba bandingkan kalau kita minta [kekuatan]:
Kepasrahan muncul. Demikian juga sugesti yang hadir membarenginya. Bagusnya, jika kita sedang down, berada di titik bawah yang ekstrem, kita tetap bisa memainkan mindset yang super canggih. Bahwa kita adalah orang yang kuat. Seberat apapun beban yang ditimpakan kepada kita, kita akan berpikir kalau kita pasti bisa mengatasinya.
Ada dua cara untuk mengatasi problematika kehidupan kita. Pertama, dengan menurunkan tingkat kesulitan daripada problem itu sendiri. Kedua, dengan jalan meningkatkan kualitas pribadi kita.

Berdoa meminta kemudahan berarti kita telah berupaya untuk menurunkan standar kesulitan problematika. Jikalau kita diberikan kemudahan, kita tidak akan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena jelas, kita dapat mengatasi problem tersebut karena memang tingkat kesulitannya yang rendah.

Berdoa meminta kekuatan berarti kita TIDAK menurunkan standar kesulitan problematika. Tapi justru kita telah berupaya meningkatkan kualitas pribadi dalam diri kita. Dengan tingkat kesulitan yang tetap tinggi, jika kita bisa mengatasinya itu berarti kita telah melampaui standar pribadi kita yang sebelumnya. Pada fase ini telah terjadi upgrading pada diri kita. Kita menjadi pribadi yang lebih kuat dan tahan tempaan!

Mario Teguh dalam acaranya di Metro TV, Golden Ways, pernah menyampaikan:
dikosongkan


Sekarang sudah tahu kan bedanya?
Prefer yang mana?
Kemudahan atau Kekuatan??
Andalah yang berhak memilih!!! :) Share

Hati-hati, Orang Apatis Gak Bisa Masuk Surga!!


A: "Temen-temen, bantuin kita ngedekor stan buat pameran jurusan yok!"

B: "Males ahh, mending weekend gini pergi liburan ke luar kota dah.."

C: "Kalo aku enakan di kosan. Istirahat seharian. Phew, nyamann."

A: "Wah, kalian kok apatis gitu sich?? Ini kan buat kepentingan kita bersama. Ati-ati, orang apatis gak bisa masuk surga loh!"

B+C: "Hah, sumpe lo??!"

Benar sekali! Mereka gak bisa masuk surga.
Kenapa orang apatis gak bisa masuk surga? Sebenernya, apatis itu apaan sih? | Okeh, mari kita bahas satu persatu. Cekidott! ;)

Menurut KBBI, kata apatis memiliki makna:
apa.tis
[a] acuh tidak acuh; tidak peduli; masa bodoh: kita tidak boleh bersikap -- thd usaha pembangunan Pemerintah
Jadi orang yang apatis berarti orang yang tidak peduli terhadap sesuatu. Biasanya sih kalo orang sudah parah tingkat apatisnya, dia gak bakal peduli dengan apa yang terjadi di sekelilingnya. Bener-bener total dalam bersikap acuh. They won't care about the things around them at all. *WTH!

Mereka lebih sibuk dengan dunianya sendiri. Mirip dengan egois. Tapi hati-hati dalam memahami pengertian apatis ini karena bisa saja kita salah persepsi dan mengira apatis sama dengan egois. Ini beda lo. Kalo egois:
ego.is
[n] (1) Psi orang yg selalu mementingkan diri sendiri; (2) Fil penganut teori egoisme;
Egois = self-centered, sifat yang melekat pada diri setiap orang di mana lebih mementingkan kepentingan diri sendiri tanpa mengindahkan perasaan dan kepentingan orang lain. Menonjolkan ego. [Contoh: pada saat kerja bakti merenovasi masjid. Pas yang lain sibuk kerja, orang egois enak-enakan nyantai, tidur di serambi masjid. Tapi masih dateng dan bantuin dikit.]

Apatis = anti terhadap yang lain, maksudnya sikap yang muncul adalah acuh tak acuh dan tidak peduli terhadap suatu keadaan. [Contoh: pada saat kerja bakti merenovasi masjid. Pas yang lain sibuk kerja, orang apatis gak bantu apa-apa. Boro-boro bantu, batang hidungnya saja gak kelihatan. Tidak tahu rimbanya.] #Duh, parah!!

Dari gambaran di atas, orang egois masih mau membantu. Tapi karena self-centered nya itu, dia lebih mementingkan diri sendiri di atas kepentingan bersama. Orang apatis lebih parah. Mereka gak dateng bantu kerja bakti lantaran sudah tidak peduli sedari awal. Mereka tak mau tahu apa yang terjadi pada yang lain. Menutup diri dari dunia luar.

Serupa, tapi tak sama. Ya, mungkin seperti itulah gambaran gampangnya untuk kedua term di atas.

Kembali lagi ke pembahasan awal, orang apatis gak bisa masuk surga.
Really? | Yes, absolutely.
How come? | Let's figure it out together.. ;)

Pernah dengar kisah seorang pezina di jaman nabi yang masuk surga hanya karena memberi makan anjing jalanan yang kelaparan? Pasti pernah kan. Itu kan salah satu kisah teladan yang biasa diberikan pas waktu SMP sampe SMA.

Pezina tersebut bisa masuk surga karena kepeduliannya terhadap makhluk Allah yakni hewan.
Nah, kalo keadaan tersebut kita balik gimana?
Bagaimana jika kita tidak peduli kepada makhluk-Nya?
Ya sudah jelas, itu merupakan sebuah dosa.

Acuh terhadap makhluk saja sudah merupakan dosa. Apalagi acuh kepada sesama manusia yang notabene adalah makhluk Tuhan yang paling tinggi derajatnya. Makhluk yang paling sempurna. Khalifah di bumi dan alam semesta.
Tidak peduli kepada orang di sekitar kita termasuk dalam kategori memutuskan tali silaturahim. Sedangkan orang yang memutuskan tali silaturahim diancam Allah tidak akan masuk surga.

Dari Jubair bin Muth'im ia berkata: Rasulullah saw bersabda, "tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali persaudaraan/ tali kekeluargaan." (HR. Bukhori dan Muslim)

So, kawan-kawanku mari kita berusaha menghilangkan sifat apatis yang ada dalam diri kita. Alih-alih, kita tambah rasa kepedulian antar sesama. Kepedulian kita kepada orang-orang di sekitar kita akan membawa banyak faedah. Fa insyaallah..

#Tulisan ini masih kacau. Ga nyambung. Tapi whatever lahh. Sing penting guyub, rek! :D
Share