Sabtu, 25 Juni 2011

6th-Semester's Farewell

Apa ini?
Belum-belum udah mo semester 7 aja nih?
Cepet banget deh kayaknya...
Emang di ITS udah 3 taun yak?
Haduh, mo ngapain lagi ya setahun ini??
Bla bla bla...

Sebenernya masih banyak lagi pikiran-pikiran biang kegalauan yang lain di otakku yang sekepal tangan ini.
Tapi ya masak mau ditumpahkan semuanya di sini. Gak perlu lah ya kayaknya...
Yang jelas, aku ngerasa waktu kuliah ini cepet banget berlalu. 3 tahun sudah terlewati. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah:
  • Ngapain aja aku selama 3 taun ini?
  • Dapet apa aja selama kuliah?
  • Udah ngasih yang terbaikkah buat orang tua?
  • De el el.
Semuanya tentang pertanyaan-pertanyaan yang ditujukan untuk diriku sendiri. Pertanyaan yang muncul tiba-tiba dari hasil berkontemplasi alias ngepet alias ngipri. | Loh loh, kebablasan om. Hayoh, kembalilah ke jalan yang benar! | O iya ya, salah. Maksudnya kontemplasi alias merenung alias muhasabah gitu. Maklum udah ngantuk berat. Heheh | --'

Yah, pertanyaan itu emang gak perlu dijawab. Cukup direnungkan dan diresapi aja pake perasaan. Bukan diresapi pake tisu atau kain pel lo ya!
Yang jelas tujuan aku nulis ini sebenernya bukan buat bahas itu. Esensi posting ini adalah farewell party buat waktu-waktuku yang telah berlalu di semester 6.

Ada ungkapan yang membuncah dalam dada ini untukmu:

Sayonara, semester 6....
Aku pastikan kita tak akan jumpa lagi.
Cukup sekali ini saja kita habiskan waktu bersama-sama.
Bukan karna aku tak suka denganmu, tapi lebih karena aku yang sekarang sudah berpikir jauh ke depan. Bahwa jika aku terus bersamamu, aku akan menelantarkan masa depanku yang cerah.

Oh semester 6... Sudah banyak yang kita lalui bersama.
Kemarin kita alami masa-masa sulit bersama.
Sudah ratusan, bahkan ribuan, batu terjal yang berhasil kita lompati.
Bahkan kita pernah sukses mengubah sesuatu yang impossible menjadi possible. Bukankah itu merupakan prestasi yang tak patut untuk kita lupakan?

Aku tau walaupun kita sudah sedemikian dekat, sedemikian mesra, dan -bahkan kalau boleh dibilang- sedemikian intim, kita tetap tak bisa lanjut ke tahap berikutnya. Karna aku sudah punya "calon" yang lain. Dia adalah semester 7. Keyakinanku mengatakan bahwa hubunganku dengan dia akan sangat baik. Jadi apa yang kumiliki sekarang aku dedikasikan sepenuhnya untuk menyongsong kedatangannya.

Terakhir.. Aku sampaikan permintaan maaf yang tulus ikhlas dari lubuk hatiku untukmu, semester 6.
Maaf jika kemarin aku tidak bisa maksimal menemanimu.
Maaf jika ada banyak amanah yang terlewati.
Maaf jika ada hati yang terlukai.
Semua itu akibat kealpaanku semata. Jadi jangan salahkan dirimu.

Kini sudah saatnyalah kita berpisah. Tapi tenang, kau akan berjumpa dengan adik-adikku. Pasti mereka bisa menghiburmu seperti yang aku lakukan kepadamu beberapa waktu lalu.
Finally, jaga dirimu yaa. Bersikap baiklah pada adik-adikku. :D

Da-daah....
Share

0 comments:

Posting Komentar

Beritahu saya apa yang Anda pikirkan tentang tulisan ini... :)